Pertama di Dunia, Teknologi Plasmacluster Menunjukkan Efektivitas Menurunkan Risiko Penularan Corona Virus Melalui Udara

Karina Asta Widara , Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 16 2319818 pertama-di-dunia-teknologi-plasmacluster-menunjukkan-efektivitas-menurunkan-risiko-penularan-corona-virus-melalui-udara-1qeuS4EGeS.jpg Foto : Dok Sharp

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Dan dalam sebuah acara di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan sejumlah data yang menyatakan tentang bagaimana virus ini menyebar melalui airborne atau udara. Dan jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut, misalnya kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, virus ini tentu saja akan semakin memperburuk keadaan lingkungan sekitar.

 

PT Sharp Electronics Indonesia mengeluarkan temuan barunya yakni, teknologi Plasmacluster yang telah lolos uji dalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara. " Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia”, ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Masih ingatkah Anda, pada bulan Desember 2019 lalu, wabah "penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19)" yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar, dan pada Agustus 2020, lebih dari 25 juta orang telah terinfeksi SARS-CoV- 2 dan lebih dari 840.000 orang di dunia meninggal karena penyakit menular ini.

Sharp Corporation bersama dengan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (juga anggota Dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang untuk pertama kalinya di dunia melakukan penelitian virus corona baru (SARS-CoV-2) melalui perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster dari Sharp.

Di tahun 2004 yang lalu, Sharp juga telah membuktikan keefektifan dari teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, anggota keluarga Coronaviridae. Pada tahun berikutnya, ditahun 2005, kembali Sharp membuktikan keefektifannya terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV), yang menyebabkan wabah (2002-2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2). Dan di tahun 2020 ini Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan "virus korona baru" (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

“Kedepannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia”, ungkap Hiromasa Okajima - SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager.

Kemampuan Sharp untuk membuktikan keefektifan teknologi Plasmacluster ini memang tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Sejak tahun 2000, lembaga penelitian independen yang bekerjasama dengan Sharp telah membuktikan secara klinis kemampuan Plasmacluster untuk menekan aktivitas zat berbahaya termasuk virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, dan alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma. Pada saat yang sama, keamanan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi oleh lembaga penelitian terhadap tubuh manusia.

 

Dr. Jiro Yasuda, Profesor, Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Universitas Nagasaki selaku kepala dalam penelitian ini menyatakan “Penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker, namun dengan penelitian ini dapat dipastikan jika teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis.

Adapun cara kerja dari Sharp Plasmacluster ini antara lain,

- Ion Plasmacluster memiliki kesamaan dengan ion positif dan negatif yang ada di alam. Ion-ion ini dikelilingi oleh molekul-molekul air dan dilepas ke udara.

- Ion-ion yang berasal dari hidroksida (OH) bebas akan beroksidasi tinggi ketika mereka bergerak menuju permukaan mikroba di udara, seperti alergen, bakteri, jamur, dan virus. Ion-ion tersebut akan menghilangkan hidrogen dari permukaan protein dan menghancurkannya.

- Hidroksida bebas akan bergabung dengan hidrogen (H) untuk membentuk air (H2O) yang akan kembali ke udara.

Nah, telah terbukti bukan jika Gebrakan Sharp melalui teknologi Plasmacluster telah terbukti efektif dalam mencegah virus dan mikroba yang dapat mencemarkan udara dan membuat udara jadi lebih jernih dan sehat. Sehingga dari teknologi yang tercipta dari Sharp Plasmacluster ini terbukti ampuh menonaktifkan airborne virus corona.

Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia. Dan Sharp kini terus mengembangkan cara-cara baru agar Plasmacluster mampu membawa manfaat bagi kehidupan.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini