Ilmuwan: Bumi Berjarak 2.000 Tahun Cahaya Lebih Dekat ke Pusat Bima Sakti

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 16 2319994 ilmuwan-bumi-berjarak-2-000-tahun-cahaya-lebih-dekat-ke-pusat-bima-sakti-Z6RBccF8Av.jpg Bumi berjarak 2.000 tahun cahaya lebih dekat ke pusat Bima Sakti. (Foto: IFL Sience)

TOKYO - Para peneliti dari National Astronomical Observatory of Japan mengungkapkan fakta baru, bahwa Bumi berjarak 2.000 tahun cahaya lebih dekat ke pusat galaksi Bima Sakti. Selain itu, peneliti juga menemukan kecepatan orbit Tata Surya 7 km per detik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Berdasarkan laporan dalam Publications of the Astronomical Society of Japan, para peneliti memperkirakan jarak Matahari ke pusat Sagitarius A* (Sagitarius A-Star) sekitar 25.800 tahun cahaya.

Mereka juga mengukur orbit Bumi mengelilingi Bima Sakti dan menyimpulkan kecepatannya mencapai 227 km per detik. Angka ini berbeda dengan perkiraan sebelumnya, yakni 220 km per detik.

Baca Juga: 71 Persen Permukaan Bumi Tertutup Air

Dilansir dari IFL Science pada Selasa (1/12/2020), kesimpulan ini berasal dari proyek yang disebut VLBI Exploration of Radio Astrometry (VERA). Proyek ini menggunakan observatorium radio yang terletak di seluruh Kepulauan Jepang. Ini memungkinkan para peneliti mencapai resolusi satu piringan radio berdiameter 2.300 kilometer.

Baca Juga: Bulan Lalu Bumi Catatkan Rekor Suhu Terpanas dalam 30 Tahun Terakhir

Sistem ini digunakan oleh para peneliti untuk mengukur jarak, posisi, hingga gerak 99 sumber maser galaksi. Sebagai informasi, maser adalah sumber pemancar gelombang mikro yang mirip laser dan banyak ditemui pada atmosfer bintang di daerah pembentuk bintang, dan beberapa astrofisika lainnya.

Sebanyak 21 maser ditemukan dalam penelitian ini, dapat membantu para ilmuwan memperkirakan lebih tepat letak Tata Surya.

“Karena Bumi terletak di dalam Galaksi Bima Sakti, kita tidak bisa mundur dan melihat seperti apa galaksi itu dari luar. Astrometri, pengukuran akurat dari posisi dan gerakan objek adalah alat penting untuk memahami struktur galaksi secara keseluruhan,” kata tim peneliti dalam siaran pers.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini