Studi Ungkap Jumlah Pengguna Dark Web Sangat Kecil Secara Global

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 16 2320014 studi-ungkap-jumlah-pengguna-dark-web-sangat-kecil-secara-global-shJu91i5qt.jpg Foto:Dok Okezone

VIRGINIA - Dark web (web gelap) merupakan bagian dari internet yang tidak dapat diindeks oleh mesin pencari seperti Google. Sering kali, dark web dianggap identik dengan tindakan kriminal atau kejahatan siber. Namun, studi baru menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari web gelap yang digunakan untuk mengakses situs tersembunyi dan belum tentu berbahaya.

Peneliti keamanan siber, Eric Jardine dari Virginia Tec bersama timnya menganalisis data dari Tor, jaringan terbesar dan terpopuler yang memungkinkan akses secara anonim ke web. Para peneliti ingin mengukur seberapa banyak jaringan Tor yang mungkin digunakan untuk tujuan tersembunyi.

Baca Juga: Ratusan Juta Data Pengguna Facebook Dijual di Dark Web?

Tim peneliti membedakan antara pengguna Tor yang mengakses situs biasa dengan pengakses konten tersembunyi dalam web gelap. Fakta yang mengejutkan bahwa hanya 6,7 persen dari pengguna global memanfaatkan Tor, untuk mengakses layanan tersembunyi web gelap yang sama sekali tidak berbahaya.

Baca Juga: Lebih dari 500.000 Akun Zoom Dijual di Dark Web

“Kami menemukan bahwa sebagian besar pengguna Tor mengarah ke konten web biasa yang mungkin dianggap tidak berbahaya,” kata Jardine, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Rabu (2/12/2020).

Meskipun bisa digunakan untuk melakukan kejahatan, namun Jardine menyebut umumnya web gelap digunakan layaknya Chrome atau Firefox secara pribadi. Dengan kata lain, dark web sangat jarang digunakan untuk tindakan kriminal atau kejahatan siber.

Penemuan Jardine dan timnya ini memperkuat bukti bahwa dark web tidak melulu dikonotasikan negatif. Web gelap juga bisa berisi konten yang aman dan legal serta bermanfaat secara sosial.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini