Lukisan Purbakala Berusia 11.800 Tahun Ditemukan di Hutan Amazon

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 03 Desember 2020 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 16 2320768 lukisan-purbakala-berusia-11-800-tahun-ditemukan-di-hutan-amazon-tToHRX2jPW.jpg Lukisan kuno yang ditemukan di hutan Amazon. (Foto:IFL Science)

AMAZON - Ribuan lukisan kuno batu cadas ditemukan di pedalaman hutan Amazon. Lukisan itu, menunjukkan penghuni hutan hujan paling awal yang hidup bersama beberapa raksasa Zaman Es. Karya seni ini, diperkirakan berusia antara 12.600 hingga 11.800 tahun yang lalu.

Menjadi salah satu terbesar di dunia, karya seni ini membentang hampir 13 kilometer dari permukaan tebing di Kolombia. Di sana terlihat beberapa lukisan manusia tertua yang berinteraksi dengan hewan seperti mastodon.

Baca Juga: Warga Bogor Digegerkan Temuan Kerangka Manusia Misterius dan Benda Purbakala

Kumpulan lukisan merah cerah dipasang pada 12 panel dan menampilkan piktograf manusia, tumbuhan, hewan, cetakan tangan, perburuan, hingga pola geometris. Lukisan ini ditemukan di Cerro Azul, tepi utara Amazon, Kolombia. Beberapa di antaranya sangat tinggi sehingga kemungkinan membutuhkan tangga untuk mengecatnya.

Baca Juga: 149 Fosil Binatang Purba Ditemukan di Tepi Bengawan Solo

Pada lukisan itu juga terlihat beberapa gambar hewan yang masih hidup hingga kini seperti kelelawar, monyet, aligator, dan kura-kura. Namun, yang paling menarik menurut peneliti adalah penggambaran realistis megafauna Zaman Es yang sudah punah, termasuk mastodon dan kungkang raksasa.

“Lukisan itu memberi gambaran yang terkesan hidup dan menarik tentang komunitas ini. Sungguh luar biasa berpikir mereka dapat hidup bersamaan, berburu, ada juga herbivora raksasa,” kata salah seorang tim penemu lukisan, Mark Robinson dilansir IFL Science, Kamis (3/12/2020).

Tanah di sekitar tempat perlindungan batu juga digali. Mereka menemukan tulang dan sisa tanaman yang berarti komunitas ini adalah pemburu-pengumpul. Robinson mengatakan penghuni hutan itu kemungkinan memakan buah palem, ular, katak, hingga armadillo.

Diperkirakan orang-orang mengelupas permukaan tebing menggunakan api untuk membuatnya halus sehingga mudah dikerjakan. Untungnya penemuan ini dilindungi batu menggantung sehingga tidak mudah hilang, pudar, atau lapuk.

“Lukisan batu ini sebagai bukti spektakuler bagaimana manusia merekonstruksi tanah, berburu, Bertani, dan memancing. Ini menunjukkan manusia zaman dahulu hidup di antara hewan raksasa,” kata tim peneliti, Jose Iriarte.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini