Share

Facebook menjadi Platform Terbanyak Kemunculan Akun Anonim di Asia Tenggara

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 16 2324522 facebook-menjadi-platform-terbanyak-kemunculan-akun-anonim-di-asia-tenggara-LbedNCbOEl.jpg Akun anonim banyak muncul di Asia Tenggara. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Akun anonim yang dengan sangat mudah dijumpai di media sosial seperti Facebook di Tanah Air bukanlah hal baru. Fenomena serupa tidak hanya muncul di Indonesia, tetapi juga di Asia Pasifik, terutama di Asia Tenggara.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan perusahaan keamanan siber, Kaspersky, ada 3 dari 10 pengguna internet di Asia Pasifik yang memiliki akun anonim di media. Artinya, pengguna tak memakai nama asli, foto, ataupun identitas pribadi lainnya.

Penelitian Kaspersky dilakukan dengan survei kepada 1.240 responden pada November 2020 lalu. Survei bertajuk Digital Reputation ini, mengungkapkan akun anonim yang ditemukan di Asia Tenggara sebanyak 35%, disusul di Asia Selatan 28%, dan Australia 20%.

Baca Juga: 20 Januari, Twitter dan Facebook Akan Serahkan Akun POTUS kepada Biden

Sebanyak 70% dari akun anonim itu berada di platform Facebook, kemudian 37% di YouTube, sebanyak 33% di Instagram, dan 25% ditemukan di Twitter.

Baca Juga: Facebook Terancam Dituntut Terkait Akuisisi Instagram dan WhatsApp

Menurut Kaspersky, munculnya akun anonim di sosial media lantaran penggunanya ingin mengejar hasrat memanfaatkan kebebasan berpendapat di media sosial. Serta dinilai juga menghindarkan pengguna internet dari aktivitas berbahaya dan merugikan.

Sebanyak 49% dari responden mengaku menggunakan akun anonim agar bisa bebas berpendapat tanpa harus takut reputasinya jatuh. Sementara 48% responden mengaku untuk mencurahkan kepentingan dan minat rahasia tanpa ketahuan lingkungan terdekatnya.

Sedangkan 34% responden menggunakan akun anonim untuk menentang pendapat orang lain. Lalu 30% responden ingin melindungi privasi mereka ketika berselancar di media sosial. Dan 22% di antaranta untuk stalking tentang sesuatu atau seseorang.

Dari total responden tersebut, hanya 3% yang memakai akun anonim untuk menghindari doxing ataupun bertujuan untuk bermain game.

"Penggunaan media sosial telah berubah tujuan, dari yang semula sebagai cara untuk terhubung dengan keluarga atau kolega, menjadi parameter untuk evaluasi atau penilaian," kata General Manager Asia Tenggara Kaspersky, Yeo Sing Tiong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini