Share

Gunakan Cara Buy or Bury, Komisi Dagang Federal AS Tuntut Facebook Jual Instagram dan WhatsApp

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 10 Desember 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 16 2325073 gunakan-cara-buy-or-bury-komisi-dagang-federal-as-tuntut-facebook-jual-instagram-dan-whatsapp-q908w6cRhf.jpg Facebook dituntut menjual Instagram dan WhatsApp.(Foto:Dok Okezone)

MENLO PARK - Komisi Dagang Federal (Federal Trade Commission) Amerika Serikat (AS) menuntut Facebook menjual aset berharganya, yakni Instagram dan WhatsApp.

Berkas tuntutan diajukan pada Rabu (9/12/2020) waktu setempat. Facebook disebut menggunakan strategi "buy or bury", beli atau kubur, untuk menghadapi persaingan dan perusahaan yang lebih kecil.

Mengutip dari Reuters pada Kamis (10/11/2020), tuntutan untuk Facebook ini menggarisbawahi akuisisi mereka terhadap Instagram senilai USD 1 miliar pada 2012 dan WhatsApp senilai USD 19 juta pada 2014 silam.

Regulator federal dan negara bagian mengatakan akuisisi harus dibatalkan - sebuah langkah yang kemungkinan akan memicu tantangan hukum yang panjang karena kesepakatan telah disetujui beberapa tahun sebelumnya oleh FTC.

Baca Juga: Paksa Facebook dan Google Bayar Konten dari Media Berita, Ini Sanksinya jika Melanggar

"Selama hampir satu dekade, Facebook menggunakan dominasi dan kekuatan monopoli untuk menghancurkan lawan kecil, menghabisi kompetisi, semua atas nama pengguna harian," kata pengacara umum New York, Letitia James, mengatasnamakan koalisi 46 negara bagian, Washington, D.C dan Guam.

Baca Juga: Konten Hoaks Banyak Ditemukan di Facebook, Kalahkan WhatsApp dan YouTube

Sementara itu penasihat umum Facebook, Jennifer Newstead mengatakan, tuntutan tersebut sebagai "revisionis sejarah" dan bahwa undang-undang antimonopoli tidak bertujuan untuk menghukum "perusahaan yang sukses". Menurut dia Instagram dan WhatsApp sukses setelah Facebook berinvestasi.

Mengenai adanya dugaan kerugian yang disebabkan oleh Facebook, Newstead berargumen bahwa konsumen mendapatkan keuntungan dari keputusan mereka menggratiskan WhatsApp dan bahwa pesaing seperti YouTube, Twitter dan WeChat "baik-baik saja" meski pun tidak ada akses ke platform pengembang.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini