Share

Akuisisi WhatsApp dan Instagram Digugat, Petinggi Facebook Heran Kenapa Baru Sekarang

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 16 2327165 akuisisi-whatsapp-dan-instagram-didugat-petinggi-facebook-heran-kenapa-baru-sekarang-PUSdNrsbi7.jpg Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg.(Foto:Ist)

SAN FRANCISCO - Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, mengaku heran atas gugatan yang dilayangkan terhadap Facebook karena mengakuisisi atau membeli WhatsApp dan Instagram.

Sandberg mengungkapkan, pangkal kebingungannya berada pada waktu pembelian. Sebab, akuisisi kedua aplikasi itu oleh Facebook telah dilakukan bertahun-tahun lalu, tetapi baru digugat sekarang.

"Akuisisi itu sudah diizinkan. Jika membeli sebuah perusahaan dan 8 tahun kemudian pemerintah bisa membatalkannya, itu menjadi masalah besar yang menakutkan bisnis Amerika, kita tidak akan kompetitif di dunia," kata Sandberg dikutip dari CNBC, Senin (14/12/2020).

Baca Juga: Paksa Facebook dan Google Bayar Konten dari Media Berita, Ini Sanksinya jika Melanggar

Pada 2012 lalu, Facebook menggelontorkan dana USD1 miliar untuk membeli Instagram. Sedangkan pembelian WhatsApp membutuhkan dana sebanyak USD19 miliar pada 2014.

Baca Juga: 20 Januari, Twitter dan Facebook Akan Serahkan Akun POTUS kepada Biden

Dalam gugatan hukum yang dilancarkan Federal Trade Commisions (FTC) dan jaksa dari 46 negara bagian AS, Facebook dinilai anti kompetisi dan berupaya membeli rival sebelum meraksasa

Salah satu tuntutannya Facebook harus melepaskan atau menjual Instagram dan WhatsApp. Padahal, FTC sendiri yang dulu meloloskan proses pembelian tersebut.

Dugaan itu juga ditampik oleh Sandberg. Menurutnya, Facebook memiliki pesaing berat sehingga tidak memonopoli atau tak punya kompetitor sebagaimana isi gugatan.

"(Kompetitor) ada iMessage, ada TikTok, ada Snapchat, telah tumbuh menjadi sangat besar dengan waktu sangat cepat," tutur tangan kanan Mark Zuckerberg itu.

Facebook tentu akan mempertahankan WhatsApp dan Instagram di bawah naungannya. Dengan begitu, proses hukum yang berlangsung diprediksi akan alot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini