Dua Robot Bakal Pantau Efek Tabrakan Gunung Es Terbesar di Dunia

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 16 2328822 dua-robot-bakal-pantau-efek-tabrakan-gunung-es-terbesar-di-dunia-tTQbouv3C6.jpg Dua robot akan pantau gunung es. (Foto:Livescience.com)

GUNUNG es terbesar di dunia diperkirakan tidak lama lagi akan menabrak suaka margasatwa Antartika di Pulau Georgia Selatan. Menurut Survei Antartika Inggris (BAS), dua robot dengan panjang 1,5 meter akan segera dikirim ke lokasi tersebut untuk mempelajari efek bawah air dari tabrakan yang akan datang.

(Baca juga: Aksi Bela Habib Rizieq 1812 Rawan Disusupi, Ini Penjelasan Polisi) 

Dua robot kapal selam ini dioperasikan dari jarak jauh dan menghabiskan waktu hampir empat bulan untuk mengumpulkan data tentang suhu air laut, salinitas, dan kerjernihan sisi berlawanan dari gunung es.

Robot-robot tersebut akan membantu memantau perubahan yang terjadi saat tabrakan. Tidak hanya itu, teknologi ini dapat memprediksi perubahan jangka panjang pada ekosistem pulau itu.

Para ilmuwan mengatakan dampak dari gunung es seluas 2.000 mil persegi ini dapat menghalangi rute makan bagi jutaan penguin dan anjing laut. Ini akan berpotensi menyebabkan hewan kelaparan massal di wilayah tersebut.

“Hewan dan tumbuhan akan dihadapkan dengan perubahan seketika di lingkungan mereka,” kata ahli Ekologi BAS, Geraint Tarling, dilansir dari Live Science, Rabu (16/12/2020).

(Baca juga: Masyarakat Robotika Indonesia Dideklarasikan) 

Gunung es bernama A-68a ini lepas dari Lapisan Es Larsen C Antartika pada Juli 2017 lalu. Rekaman udara Royal Air Force (RAF) Inggris terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar tepian gunung es itu telah hancur. Gunung es yang pecah ini masih terus dipantau menuju Georgia Selatan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini