Jangan Sepelekan Gejala Bootloop pada Smartphone Anda

Riyandy Aristyo, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 16 2330192 jangan-sepelekan-gejala-bootloop-pada-smartphone-anda-4qrPTjMYDZ.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pernahkah smartphone Anda tiba-tiba mengalami mati dan hidup sendiri (restart)? Jika pernah, itu artinya smartphone Anda terkena bootloop. Istilah ini mungkin tidak diketahui oleh banyak pengguna.

(Baca juga: Facebook Hilangkan Sementara Beberapa Fitur Messenger dan Instagram di Eropa, Ini Alasannya)

Bootloop merupakan kondisi di mana ponsel gagal melakukan booting. Kondisi semacam ini jika dibiarkan bakal menyebabkan sistem pada ponsel semakin rusak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa penyebab ponsel sering mati hidup sendiri.

Bootloop sendiri terbagi atas beberapa kategori yakni ringan, sedang dan berat. Kali ini akan dijelaskan tentang apa saja pembagian dari kerusakan ponsel tersebut.

1. Bootloop ringan

Ini Penyebabnya Kondisi yang terjadi saat terkena bootloop ringan ditandai dengan ponsel yang sudah menyala dan masuk menu utama, tiba-tiba hang dan secara otomatis melakukan restart. Kerusakan seperti ini masih bersifat ringan. Biasanya, ponsel yang mengalami bootloop ringan akan langsung dilakukan flash. Cara ini cukup mudah, tapi disarankan untuk tidak melakukannya sendirian.

2. Bootloop biasa

Pada kondisi ini, bisa bootloop dengan lancar, bahkan sampai masuk ke menu utama. Namun, ponsel akan mengalami hang dan gangguan yang lain sehingga tidak bisa dioperasikan (hang). Untuk penanganannya juga masih cukup mudah dan tidak jauh berbeda dengan penanganan ponsel yang mengalami bootloop ringan. Tapi, tetap harus diperbaiki oleh orang yang ahli

3. Bootloop parah

Kondisi ini ditandai pada saat menghidupkan ponsel. Biasanya, ponsel hanya menampilkan logo animasi dan tidak bisa masuk ke menu utama. Parahnya, bisa langsung mati sendiri.

(Baca juga: Google Tingkatkan Fitur Snapshot pada Layanan Assistant)

Meski kerusakannya terbilang parah, ponsel tersebut masih bisa diperbaiki tentu oleh ahlinya. Jika dipaksakan untuk memperbaikinya sendiri, berisiko kerusakan semakin parah.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini