Gunung Es Terbesar di Dunia Terpecah Jadi Dua

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 16 2331385 gunung-es-terbesar-di-dunia-terpecah-jadi-dua-4n7aK0K085.png Gunung es pecah. (Foto: Livescience.com)

GUNUNG es terbesar di dunia, A-68a pecah menjadi dua bagian baru-baru ini. Tidak ada kepastian mengenai penyebabnya, namun diduga gunung es ini pecah karena menabrak dasar laut dangkal di pantai Georgia Selatan.

A-68a pertama kali lepas dari lapisan es Larsen C Antartika tahun 2017 lalu. Sejak saat itu, bongkahan es raksasa ini terus melayang menuju ke utara. A-68a terlihat seperti pulau yang bergerak dengan tebing yang menjulang hingga 100 kaki (30 meter) di atas permukaan laut. pada bulan April lalu, luasnya mencapai 5.100 kilometer persegi.

(Baca juga: Dua Robot Bakal Pantau Efek Tabrakan Gunung Es Terbesar di Dunia)

Namun, belum lama ini A-68a bertabrakan dengan pulau Georgia Selatan, yang dihuni jutaan satwa Samudera Atlantik seperti penguin dan anjing laut. Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), tabrakan ke dasar laut dangkal beberapa puluh mil dari garis pantai Georgia Selatan mungkin menjadi penyebab pecahnya bongkahan es tersebut.

Dilansir dari Live Science, Senin (21/12/2020), tampaknya dalam beberapa hari terakhir gunung es itu berputar searah jarum jam yang menggerakkan salah satu ujungnya ke arah perairan dangkal. Wilayah itu hanya memiliki dasar laut dengan kedalaman 200 meter, cukup dekat ke permukaan sehingga menimbulkan gesekan pada bagian bawah gunung es.

Meskipun sudah terbelah menjadi dua, masih ada kekhawatiran jika A-68a tetap berada di lepas pantai tersebut terlalu lama. Hal ini bisa menghalangi penguin yang hidup di pulau tersebut untuk mencari makan

(Baca juga: Gunung Es Terbesar di Dunia Berpotensi Tabrak Wilayah Inggris)

“Jarak sebenarnya yang harus ditempuh hewan dalam mencari makanan sangat penting. Jika mereka harus mengambil jalan memutar yang jauh, itu berarti mereka tidak akan kembali ke masa mudanya demi mencegah mereka mati kelaparan,” kata ahli ekologi British Antarctic Society, Geraint Tarling.

Dengan pecahnya A-68a menjadi dua, maka gunung es terbesar di dunia saat ini telah beralih ke A-23a. Bongkahan es ini lebih jauh ke selatan, tepatnya di laut Weddell Antartika dengan luas mencapai 4.000 kilometer persegi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini