lmuwan Temukan Bunga Anggrek Terjelek di Dunia

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 16 2331561 lmuwan-temukan-bunga-anggrek-terjelek-di-dunia-OeVgqeqygi.jpg Bunga anggarek terjelek di dunia. (Foto: sciencealert.com)

BUNGA anggrek dikenal sebagai tumbuhan yang indah. Tak heran jika beberapa orang menjadikannya sebagai tanaman hias di rumah. Namun, pesona bunga anggrek tampaknya tidak bisa dilihat pada Gastrodia agnicellus yang ditemukan di hutan Madagaskar.

 (Baca juga: Penampakan Anggrek Langka Menyerupai Wajah Monyet)

Ahli botani di Royal Botanic Gardens, Kew di Inggris memberikan label bunga ini sebagai anggrek paling jelek di dunia. Bunga anggrek ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam tanah. Mereka hanya muncul pada bulan Agustus dan September untuk berbunga di balik humus daun lantai hutan.

Bunga yang dihasilkannya juga kecil, dengan panjang hanya 11 milimeter dan berwarna cokelat hingga putih. Tanaman ini sudah ditemukan tahun 1990-an. Namun saat itu belum ada yang menganggapnya sebagai penemuan yang penting hingga akhirnya fakta tentang tumbuhan tersebut terungkap sekarang.

“Selama kunjungan lapangan ke Madagaskar pada Desember 2017, infructescences terlihat di Ranomafana. Kemudian perjalan terbaru bulan September 2019 ke situs yang sama, justru menemukan sejumlah kecil bunga yang berbeda dari G. madagascariensis, spesies baru yang tidak dikenal,” kata ahli borani, Johan Hermans.

Seperti dilansir dari Live Science, Sabtu (18/12/2020), anggrek umumnya bisa ditemukan di hutan hijau yang lembab, pangkal pohon, tersembunyi di antara bunga, lumut, dan serasah daun. Mereka memancarkan aroma yang menyenangkan dan tumbuh lebih kuat saat suhu hangat.

 (Baca juga: RI Punya Potensi Jadi Produsen Anggrek, Ini Alasannya)

Tanaman anggrek ini tidak memiliki daun sehingga harus bergantung pada jamur untuk mendapatkan nutrisi dan bertahan hidup. Habitatnya di bawah pohon menunjukkan mikoriza yang diandalkan cukup spesifik.

Belum jelas bagaimana tumbuhan tersebut diserbuki. Namun menurut Hermans, semut yang masuk dalam bunga mengambil nektar kemungkinan menjadi salah satu jalur penyerbukan. Studi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana G. agnicellus berkontribusi pada ekosistem.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini