Kaleidoskop 2020: Lesunya Penjualan Ponsel Secara Global di Masa Pandemi

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 16 2332637 kaleidoskop-2020-lesunya-penjualan-ponsel-secara-global-di-masa-pandemi-hx36mmHMv1.png Penjualan ponsel turun secara global selama pandemi. (Foto: theverge.com)

TAHUN 2020 dimulai kurang baik dengan merebaknya virus corona atau Covid-19 ke seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang besar pada pola hidup dan ekonomi masyarakat dunia. Tidak ketinggalan, pasar ponsel pintar dunia pun dilaporkan mengalami penurunan tahun ini.

Penjualan Anjlok di Kuartal Pertama 2020

Menurut sebuah perusahaan analis, pandemi menyebabkan pasar ponsel pintar mengalami penurunan tercepat di kuartal pertama tahun 2020 ini. Counterpoint Research dan Canalys menempatkan penurunan keseluruhan dalam pengiriman global sebesar 13 persen.

(Baca juga: Sebelum Beli Ponsel Baru, Ini Hal yang Perlu Anda Perhatikan)

Situasi ini menjadi pertama kalinya pengiriman turun di bawah 300 juta sejak tahun 2014 dengan keruntuhan drastis di China yang mendahului penurunan permintaan di seluruh dunia.

Meskipun begitu, perusahaan Samsung, Huawei, dan Apple tetap menjadi tiga teratas. Apple mengalami penurunan pengiriman terkecil dari tahun ke tahun. Sementara itu peringkat keempat ditempati Xiaomi yang memecahkan 10 persen pangsa pasar global untuk pertama kalinya.

“Pada bulan Februari ketika virus corona berpusat di China, para vendor mulai khawatir bagaimana mereka mengembangkan ponsel untuk memenuhi permintaan global. Tetapi pada bulan Maret situasinya terbalik. Manufaktur ponsel cerdas kini telah pulih. Namun saat separuh dunia lockdown, penjualan menajadi anjlok,” demikian pernyataan Counterpoint Research dan Canalys.

Kuartal Kedua Mencatat Penurunan Penjualan hingga 20 persen

Memasuki kuartal kedua, situasi masih belum mendukung keberuntungan penjulan ponsel pintar secara global. Menurut data yang dilaporkan Gartner, penjualan ponsel di seluruh dunia mencapai 295 juta unit, turun 20,4 persen pada kuartal kedua tahun 2020.

Direktur Riset Gartner, Anshul Gupta mengatakan, penurunan penjualan dipicu beberapa faktor, seperti penutupan ritel dan pembatasan peralanan. “Pembatasan perjalanan, penutupan ritel, dan pengeluaran yang lebih hati-hati untuk produk tidak penting selama pandemi menyebabkan penurunan penjualan ponsel cerdas secara triwulanan kedua berturut-turut tahun ini,” kata Anshul Gupta.

(Baca juga: Samsung Galaxy A80 Segera Meluncur di Indonesia)

Bahkan, meskipun permintaan mengalami peningkatan, penjualan smartphone di China justru menurun 7 persen pada kuartal kedua tahun 2020 yang mencatatkan hampir 94 juta smartphone terjual. Sementara itu India yang menerapkan lockdown ketat bahakn membatasi e-commerce mencatatkan penurunan penjualan smartphone hingga minus 46 persen di antara lima negara teratas dunia.

Samsung Alami Penurunan Penjualan Terbesar Dibanding Vendor Lainnya

Gartner juga melaporkan bahwa samsung menjual hampir 55 juta smartphone pada kuartal kedua tahun ini, dengan penurunan sebesar 27,1 persen. Gupta mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak negatif pada kinerja Samsung di kuartal kedua. “Permintaan untuk smartphone seri S andalannya tidak banyak membantu menghidupkan kembali penjualan smartphone secara global,” kata Gupta.

Sementara itu penjualan smartphone Huawei juga mengalami penurunan 6,8 persen dan mencapai 54 juta unit dari tahun ke tahun. Kinerja Huawei di China membantunya menghindari kinerja kuartal yang lebih buruk.

(Baca juga: 4 Smartphone Terbaru yang Meluncur Pekan Ini)

“Kinerja memperanjang kepemimpinannya di China dengan merebut 42,6 persen dari pasar ponsel pintar China pada kuartal kedua tahun 2020. Huawei menerapkan pengenalan produk yang agresif dan promosi penjualan di China pada khususnya dan diuntungkan dari dukungan kuat penyedia layanan komunikasi ponsel cerdas 5G,” jelas Gupta.

Beralih ke produk Apple yang menjual 38 juta iPhone pada kuartal kedua 2020 dengan penurunan sekitar 0,4 persen. Penjualan Apple bernasib lebih baik dari kebanyakan vendor ponsel cerdas di pasaran.

Wakil presiden riset Gartner, Annette Zimmeremann mengatakan, lingkungan bisnis yang membaik di China membantu Apple mencapai pertumbuhan di negara itu. “Selain itu pengenalan ponsel iPhone SE juga mendorong pengguna ponsel lama meningkatkan smartphone mereka,” kata Annette.

Penjualan Kuartal Ketiga Turun 5,7 Persen

Data terbaru dari Gartner pada kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa ada pemulihan yang sedang berlangsung untuk pasar ponsel cerdas ketika perusahaan meluncurkan smartphone 5G. Berdasarkan hasil analisis, penjualan unit smartphone mencapai 366 juta unit, turun 5,7 persen secara global dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya IDC yang juga menganalisis penjualan smartphone, memprediksi bahwa penjualan akan tumbuh 2,4 persen di kuartal empat dibandingkan tahun 2019. Alasan utamanya karena kehadiran ponsel 5G yang mendorong pembelian.

Dalam hal merek, Samsung masih menjadi yang teratas dengan 80,8 juta unit dan pangsa pasar 22 persen. Faktanya, pembuat ponsel asal Korea dan China menjadi dua perusahaan yang mengalami pertumbuhan penjualan di kuartal tersebut, masing-masing 2,2 persen dan 34,9 persen. (don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini