Silakan Dicoba, 5 Tips Atasi Masalah Laptop Lelet

Susi Susanti, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 16 2339743 silakan-dicoba-5-tips-atasi-masalah-laptop-lelet-0rKfLyU3uh.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Kita suka dibikin susah ketika laptop tidak berproses secara cepat atau lelet atau lemot.

Metode ini perlu diketahui oleh pengguna laptop karena seiring dengan berjalannya waktu, perangkat bisa menjadi lambat. Meningkatnya penggunaan dan lebih banyak file yang diunduh dan dipasang memang bisa menjadi salah satu penyebab laptop berjalan lambat.

Pasalnya, tekanan yang lebih besar ditempatkan di memori terbatas laptop dan kapasitas hardware lainnya. Laptop yang melambat adalah masalah bagi pekerja. Bila Anda ingin coba mengatasi laptop lemot ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur mesin.

Penasaran seperti apa? Berikut ini cara mengatasi laptop lemot sebagaimana dikutip dari ITPro, Rabu (6/2/2021).

1. Hapus Program yang Tak Terpakai

Internet penuh dengan alat dan utilitas bermanfaat yang dapat diunduh untuk menyelesaikan berbagai tugas. Tapi, aplikasi ini cenderung menumpuk seiring waktu. Sangat mudah untuk membuat banyak koleksi program di hard drive Anda yang tidak benar-benar Anda gunakan lagi, dan ini sering kali dapat menyebabkan laptop terasa lebih lambat dalam penggunaan sehari-hari.

Coba lihat dan pilih program mana saja yang sudah tidak terpakai di laptop Anda. Setelah itu, hapus program atau aplikasi yang tidak terpakai dari perangkat laptop Anda.

(Baca juga: Yuk, Main 5 Game Jadul di Ponsel yang Masih Bikin Nagih!)

2. Singkirkan Bloatware

Bukan hanya komputer lama yang dapat mengalami latensi. Komputer baru juga bisa mengalami latensi dan itu sering kali tergantung pada produsen bloatware yang menginstal sebelumnya di laptop mereka. Ini terkadang mengambil bentuk perangkat lunak dan layanan pabrikan sendiri.

Tapi ada juga yang dapat mencakup aplikasi pihak ketiga yang sudah terpasang sebelumnya sebagai bagian dari kesepakatan distribusi komersial antara pabrikan dan vendor perangkat lunak. Apakah Anda menyebutnya sebagai bloatware, crapware, atau PUP (program yang mungkin tidak diinginkan), perangkat lunak yang tidak diinginkan ini benar-benar dapat memperlambat komputer.

3. Hapus Sumber Daya Sistem yang Tak Perlu

Salah satu hal pertama yang harus dilakukan jika komputer Anda tidak berjalan secepat biasanya adalah menjalankan pemindai file untuk memeriksa apakah ada file atau folder lama yang tidak Anda perlukan lagi atau.

Semua data tambahan ini, seperti cache, cookie, dan file sementara (yang sebenarnya tidak bersifat sementara) dapat membuat komputer Anda berjalan jauh lebih lambat. Ada berbagai alat yang tersedia untuk membantu Anda merapikan file, dan salah satu yang paling populer adalah CCleaner.

4. Matikan Animasi yang Tak Perlu

Windows Vista telah tampil dengan grafik mewah dan animasi berkembang yang tidak banyak meningkatkan produktivitas. Secara default, Windows akan secara otomatis menonaktifkan beberapa di antaranya berdasarkan seberapa kuat sistem Anda. Tapi jika Anda bersedia mengorbankan sedikit daya tarik estetika demi kecepatan, mudah untuk mematikan semua grafik dan menjalankannya di penting.

Untuk melakukan ini, buka Start Menu itu dan mulailah mengetik di ‘Sesuaikan tampilan dan kinerja Windows’. Klik opsi ini dan dari menu gulir hapus centang semua yang tidak ingin Anda lihat di desktop (seperti bayangan, font halus, dan lain-lain). Klik OK dan ini akan mengubah tampilan desktop menjadi tampilan yang lebih mendasar.

5. Disable Automatic Updates

Menonaktifkan update perangkat sebenarnya tidak disarankan. Pasalnya ini adalah cara termudah untuk menjaga komputer Anda tetap aman dan terlindungi dari berbagai serangan dunia maya dan masalah kompatibilitas. Bagaimana pun, mematikan pembaruan otomatis berpotensi menyebabkan perangkat Anda terganggu dengan lubang keamanan yang serius.

Di sisi lain, ada beberapa kasus di mana hal ini dianggap dapat dimaafkan. Misalnya, jika laptop kerja Anda berfungsi ganda sebagai perangkat game, ada kemungkinan besar platform distribusi game seperti Steam dan Epic Games Store sering memasang beberapa pembaruan dan tambalan besar di latar belakang. Adobe Creative Suite juga rentan terhadap pembaruan yang signifikan. Dengan menonaktifkan opsi ini dan memperbarui hanya saat Anda benar-benar ingin menggunakan perangkat lunak tersebut, Anda dapat memastikan bahwa pembaruan ini tidak menghalangi saat Anda lebih suka melakukan hal lain. (sst)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini