Bos Facebook hingga Apple Kutuk Keras Kerusuhan Capitol di AS

Susi Susanti, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 16 2340458 bos-facebook-hingga-apple-kutuk-keras-kerusuhan-capitol-di-as-1Lfaavhodl.jpg Foto: CNet

SAN FRANCISCO – Aksi kerusuhan yang terjadi di Capitol, Amerika Serikat (AS), langsung mendapat respon cepat dari bos perusahaan teknologi terbesar di dunia.

CEO Apple Tim Cook mengatakan kekerasan itu menandai babak yang menyedihkan dan memalukan dalam sejarah Amerika Serikat (AS). “Mereka yang bertanggung jawab atas pemberontakan ini harus dimintai pertanggungjawaban, dan kita harus menyelesaikan transisi ke pemerintahan presiden terpilih Biden,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada karyawannya dalam sebuah memo dia sedih dengan kekerasan massa ini. “Peralihan kekuasaan secara damai sangat penting untuk berfungsinya demokrasi kita, dan kita membutuhkan para pemimpin politik kita untuk memimpin dengan memberi contoh dan mengutamakan bangsa,” terang Zuckerberg dalam memonya, dikutip New York Times.

Adapun CEO Alphabet Sundar Pichai menyebut pelanggaran hukum dan kekerasan di Capitol sebagai “antitesis demokrasi”.

“Menyelenggarakan pemilu yang bebas dan aman dan menyelesaikan perbedaan kami secara damai adalah dasar dari berfungsinya demokrasi,” tulisnya dalam sebuah catatan kepada karyawan sebagaimana dikutip Cnet.

(Baca juga: Hadirkan Desain Baru, Facebook Hapus Tombol "Like")

Tak hanya itu, beberapa eksekutif juga me-retweet Business Roundtable, sebuah asosiasi CEO untuk perusahaan-perusahaan besar AS. Mereka menyalahkan kekerasan tersebut sebagai “upaya melanggar hukum untuk membatalkan hasil yang sah dari pemilihan demokratis”.

CEO Microsoft Satya Nadella me-retweet komentar Ketua Penasihat Microsoft Brad Smith pada pernyataan itu. Smith menyebut kerusuhan itu sebagai “hari untuk berbicara tentang Konstitusi kita dan nilai-nilainya”.

CEO Intel Bon Swan juga me-retweet pernyataan Business Rountable, menambahkan raksasa chip tersebut mengutuk semua tindakan kekerasan dan upaya untuk mengganggu proses demokrasi yang telah lama menjadi model bagi dunia secara tidak sah.

Diketahui, kekerasan dimulai ketika anggota parlemen berkumpul untuk menghitung suara Electoral College, mengkonfirmasikan kemenangan Joe Biden. Beberapa laporan terkait kerusuhan di Capitol itu termasuk tentang tembakan dan jendela yang pecah, gedung yang dikunci, anggota parlemen dievakuasi, bahkan hingga seorang wanita meninggal karena luka tembak.

 (sst)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini