Hati-Hati, WFH Rentan Email Spam

Antara, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 16 2340893 hati-hati-wfh-rentan-email-spam-n1j7RHyHdX.jpg Foto: Engadget

JAKARTA – Kondisi pandemi virus Covid-19 memaksa setiap orang berada di dalam rumah. Termasuk untuk urusan pekerjaan.

“Jargon” bekerja dari rumah atau work from home (WFH) pun banyak terdengar di sana sini. Tapi tahukan Anda jika WFH juga memiliki tantangan tersendiri terutama dari segi keamanan data, baik untuk karyawan maupun perusahaan.

Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, mengutip laporan Turning The Tide, memperkirakan serangan siber tahun ini beralih ke jaringan rumah, bukan lagi jaringan perusahaan.

Alasannya beberapa karyawan yang memegang data penting perusahaan bekerja menggunakan jaringan rumah, yang umumnya tidak memiliki proteksi sekuat jaringan perusahaan.

“Akses dari rumah jika tidak terproteksi dengan baik, risikonya tinggi,” terang Laksana saat jumpa pers virtual, Kamis (7/1).

Salah satu celah masuk serangan siber saat bekerja dari rumah adalah melalui email. Peretas memanfaatkan situasi pandemi virus corona untuk menyebarkan email yang berkaitan dengan COVID-19 agar korban tertarik untuk melihatnya.

(Baca juga: Waspada! Karyawan WFH Jadi Sasaran Empuk Peretas)

Trend Micro menemukan pada kuartal ketiga 2020, Indonesia mendapat serangan email spam yang berkaitan dengan COVID-19 sebanyak 11.889, tertinggi di Asia Tenggara.

Padahal saat ini, email merupakan salah satu alat yang penting dalam perturakan data ketika bekerja dari jarak jauh.

Berkirim data yang dulu dilakukan dengan bantuan flash disk USB, kini digantikan melalui email.

“Sekarang, email yang dominan,” ujarnya.

Laksana melihat penting bagi karyawan yang bekerja dari rumah untuk memahami langkah keamanan dasar untuk melindungi email, yaitu tidak membuka kiriman yang mencurigakan atau dari orang yang tidak dikenal.

Sebelum membuka email, karyawan perlu memahami apakah informasi yang dikirimkan berkaitan dengan pekerjaan dan apakah mengenal pengirim.

Perusahaan juga didorong untuk memberikan pelatihan kepada karyawan mengenai cara menjaga keamanan ketika bekerja dari rumah, misalnya melarang menggunakan perangkat pribadi.

(sst)

 

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini