Aturan Privasi Terbaru WhatsApp, Haruskah Pengguna Setuju?

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 16 2342226 aturan-privasi-terbaru-whatsapp-haruskah-pengguna-setuju-inANqLjgB2.jpg Ilustrasi. (Foto: NextPit)

JAKARTA - WhatsApp baru-baru ini mengirimkan kebijakan privasi dan persyaratan layanan terbaru. Haruskah pengguna menyetujuinya?

WhatsApp membenarkan soal pengguna yang tidak bisa lanjut menggunakan WhatsApp jika tidak menyetuju kebijakan tersebut.

Tapi, akunnya masih akan tetap aktif sehingga pengguna dapat memilih untuk menyetujui update ini di kemudian hari. 

Pilihan menolak (opt-out) pada kebijakan aplikasi hanya ditawarkan sebanyak satu kali, dan telah diberikan pada 2016. Sejak saat itu, WhatsApp tidak lagi menyediakan fitur pilihan ini di dalam aplikasinya. 

"Namun, kami masih akan tetap mematuhi pilihan opt-out untuk pengguna yang memilih demikian pada 2016, bahkan jika mereka sekarang menyetujui update kebijakan yang baru. Pengguna dapat melihat status opt-out mereka di fungsi ‘download your data’,” kata pihak WhatsApp, Sabtu (9/1). 

Kebijakan baru yang ramai disorot adalah terkait penggunaan data pengguna yang dibagikan ke Facebook. Perusahaan menyebut bahwa sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur.

Baca juga: Lewat Aturan Baru, WhatsApp Paksa Pengguna Berbagi Informasi dengan Facebook

"Tidak ada perubahan baru di pembaruan kebijakan ini," tegas pihak WhatsApp.

Pembaruan kebijakan privasi kali ini berfokus pada perpesanan WhatsApp Business, yang kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp-nya.

Artinya, percakapan yang terjadi pada akun bisnis tersebut akan disimpan di server Facebook. Meski demikian, pengguna masih diberikan kebebasan untuk memilih, apakah mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis tersebut atau tidak.

WhatsApp menegaskan bahwa kebijakan ini tidak memengaruhi percakapan personal dan privat di luar konteks bisnis tersebut.

Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya. (qlh)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini