Imbas Kebijakan Baru WhatsApp, Telegram Keluarkan Meme GIF Tarian Pembawa Keranda Mayat di Twitter

Susi Susanti, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 16 2342864 imbas-kebijakan-baru-whatsapp-telegram-keluarkan-meme-gif-tarian-pembawa-keranda-mayat-di-twitter-iEHuQXd2OR.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Lini media sosial (medsos) terus bergejolak menghadapi kebijakan baru yang diterapkan WhatsApp.

Salah satu respon yang cukup menohok berasal dari Telegram, kompetitor WhatsApp.

Melalui akun resminya di Twitter, Telegram meledek WhatsApp dengan membagikan sebuah GIF Dancing Pallbearers (Tarian Pembawa Keranda), yang disertai tangkapan layar untuk menyetujui aturan. 

Walaupun tidak menuliskan caption apapun tapi cuitan itu ramai dikomentari oleh warganet di kolom Reply. Admin Telegram pun cukup jenaka merespons komentar-komentar tersebut. Bahkan secara terang-terangan mengajak untuk uninstall WhatsApp.

“Sebagian dari kami sudah menyetujui (aturan privasi baru WhatsApp), haruskah aku bakar ponselku?” tanya akun @yoobedamon, di kolom Reply.

“Jangan, itu buruk buat lingkungan. Cukup uninstall dan lanjutkan hidupmu. Sama seperti mantanmu, yang tidak cukup baik untukmu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik,” kata Telegram, menjawabnya.

(Baca juga: Usai Bertemu Whatsapp, Ini Penjelasan Menkominfo)

Kemudian ada juga respons dari akun @AkhilaPadhi, yang mengaku baru saja meninggalkan WhatsApp. Dia meminta Telegram untuk membuatnya terkesan agar mau menggunakan aplikasinya.

Telegram meresponsnya dengan membuat daftar kelebihan dari aplikasinya, yakni tema yang dapat disesuaikan, berbagi fail hingga 2 GB, berbagi lokasi di grup, pesan tercepat di pasar, semuanya tersimpan di cloud sehingga dapat menjaga ruang penyimpanan di ponsel tetap kosong tanpa harus kehilangan kapasitas memori.

“Tetapi aku pikir cara terbaik adalah mencobanya secara langsung,” tambah Telegram.

Diketahui, aplikasi WhatsApp memaksa penggunanya menyetujui aturan terbaru. Yakni berbagi data pengguna ke Facebook sebagai induk perusahaan.

 (sst)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini