Mampukah Indonesia Mandiri Bikin Vaksin? Ini Penjelasan Menristek

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 16 2349335 mampukah-indonesia-mandiri-bikin-vaksin-ini-penjelasan-menristek-wDLro7cEZn.jpg Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut Indonesia berpotensi untuk menjadi salah satu produsen vaksin yang mandiri di masa mendatang. Bahkan bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi salah satu negara eksportir vaksin.

Bukan tanpa alasan dirinya mengucapkan hal tersebut. Mengingat jumlah penduduk Indonesi merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 270 juta penduduk.

“Sebenarnya industri vaksin di Indonesia cukup kuat dan mandiri dan prospektif terutama kalau dari pandangan teman-teman ekonomi dan bisnis. Kenapa prospektif? Karena penduduk kita 270 juta,” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (22/1/2021).

Menurut Bambang, untuk pandemi saja jika ingin menciptakan herd immunity dibutuhkan 360 juta dosis. Belum lagi kebutuhan di vaksin di luar pandemi Covid-19 membutuhkan imunisasi.

“Jadi di luar kebutuhan pandemi kita juga butuh keperluan untuk misalkan kesehatan masyarakat dari sejak anak-anak mendapatkan imunisasi yang sesuai,” jelasnya.

Apalagi lanjut Bambang, jenis vaksin yang dibutuhkan saat ini sangat beragam. Sehingga menurutnya, pengembanhan vaksin tidak hanya berhenti untuk covid-19 saja tetapu masih akan terus berlanjut.

“Artinya pengembangan vaksin ini tidak akan pernah berhenti dan untuk memenuhi kebutuhan 270 juta apalagi kalau kita arahnya preventif medis mau tidak mau industri vaksinya harus kuat,” jelasnya.

Baca Juga : Cara Dokter Reisa Buktikan Kabar Hoaks soal Vaksin Covid-19

Karena itu, Mantan Menteri Keuangan itu pun menyebut pentingnya perhatian untuk industri vaksin dari mulai hulu hingga ke hilirnya. Di hulu penelitian dilakukan dengan cara menggandeng beberapa peneliti sedangkan hilir juga perlu melibatkan peran swasta.

“Jadi potensi ada tinggal bagaimana kita merangkainya dalam suatu kerjasama riset dan inovasi dari hulu sampai hilir sehingga kemandirian vaksin bisa terjadi di Indonesia,” ucapnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini