WhatsApp Kehilangan Jutaan Pengguna Gegara Kebijakan Privasi Baru, Signal dan Telegram Diuntungkan

Dini Listiyani, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 16 2352862 whatsapp-kehilangan-jutaan-pengguna-gegara-kebijakan-privasi-baru-signal-dan-telegram-diuntungkan-fR7KDEbxpf.jpg Ilustrasi WhatsApp (foto: Ist)

SAN FRANCISCO – Aplikasi chatting WhatsApp harus mengalami penurunan pengguna akibat perubahan kebijakan privasi baru. Tentu saja hal ini menguntungkan aplikasi chat lainnya yang mengambil peluang dari perubahan kebijakan WhatsApp.

Perubahan ini pada dasarnya menyatakan data dari WhatsApp akan dibagikan dengan Facebook.

Menurut laporan terbaru, tampaknya keputusan perusahaan membuat perubahan pada kebijakan privasi baru mereka dapat menggerus jutaan pengguna. Data dari App Annie mengungkapkan, WhatsApp yang dulunya menempati urutas kedelapan sebagai aplikasi yang paling banyak diundh di Inggris, turun ke posisi 23.

Baca Juga: Ramai Soroti Aturan Kebijakan Baru, WhatsApp Tegaskan Tak Ada yang Berubah 

Para pesaingnya seperti Telegram dan Signal justru diuntungkan dari ini. Signal tidak termasuk dalam 1000 aplikasi teratas di Inggris, naik ke posisi pertama selama beberapa hari, sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Kamis (28/1/2021).

Telegram sebelumnya juga telah mengumumkan mereka berhasi menambah 25 juta pengguna baru dalam kurun waktu 72 jam. WhatsApp sejak itu mengumumkan mereka akan menghentikan perubahan.

 Baca Juga: Pengguna Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi Kebijakan Privasi, WhatsApp Mulai Ditinggalkan?

Mereka berharap ini akan memberi mereka lebih banyak waktu untuk meyakinkan pengguna soal perubahan. Perusahaan sebelumnya telah menyatakan sebagian besar pembagian data akan dilakukan antar akun bisnis, dan mereka juga meyakinkan pengguna bahwa mereka tidak dapat membaca pesan mereka atau memiliki akses ke log telepon mereka.

Namun, sebagian pengguna merasa kebijakan baru WhatsApp ini memaksakan pengguna. Mengingat pengguna harus menyetujui aturan baru agar terus bisa menggunakan WhatsApp.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini