Ada 4 Fenomena Antariksa di Pekan Ketiga Maret Ini

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 16 2379264 ada-4-fenomena-antariksa-di-pekan-ketiga-maret-ini-LhgyCITnOM.jpg Iustras hujan meteor (foto: NASA)

JAKARTAFenomena antariksa bakal terjadi dan menghiasi langit angkasa di Sepanjang pekan Maret 2021 ini. Ada empat fenomena yang akan terjadi.

Berikut ini fenomena-fenomena astronomi yang terjadi dalam rentang waktu 15 - 21 Maret 2021, dilansir dari Pusat Sains Antariksa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dikutip pada Rabu (17/3/2021).

Baca Juga: Peneliti Temukan Awan Gas Dingin Keluar dari Inti Bima Sakti

Apogee Bulan (18 Maret)

Apogee Bulan di Maret 2021 terjadi pada pukul 12.09.51 WIB, 13.09.51 WITA, atau 14.09.51 WIT. Sehingga Apogee Bulan ini baru dapat disaksikan ketika terbit sekitar pukul 09.30 waktu setempat dari arah timur-timur laut.

Kemudian berkulminasi di arah utara sekitar pukul 15.30 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Bulan berjarak 405.283 km dari Bumi (geosentrik) ketika Apogee Bulan dan berada di sekitar konstelasi Aries dengan iluminasi 19,9%.

Triple Konjungsi Bulan-Mars-Aldebaran (19 Maret)

Puncak konjungsi Bulan Mars terjadi pada tanggal 20 Maret pukul 02.18.52 WIB dengan sudut pisah 1,94°. Tetapi Bulan dan Mars baru dapat disaksikan pada 19 Maret sejak akhir senja bahari (42 menit setelah terbenam Matahari) dari arah barat laut dengan ketinggian Bulan sebesar 45° dan sudut pisah 3,97°.

Bulan juga berkonjungsi dengan Aldebaran dengan sudut pisah 7,04° sehingga membentuk konjungsi segitiga antara Bulan, Mars, dan Aldebaran. Ketampakan terakhir terjadi di arah barat-barat laut pada 22.20 waktu setempat dengan sudut pisah Bulan-Mars sebesar 3,00° dan sudut pisah Bulan-Pleiades sebesar 6,18°. Berselang 20 menit kemudian, ketiga benda langit ini sudah berada di bawah ufuk.

Ekuinoks Maret (20 Maret)

Ekuinoks Maret merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan semu tahunan Matahari dan langit belahan Selatan menuju Utara. Fenomena ini terjadi pada pukul 16.37.25 WIB, 17.37.25 WITA, dan 18.37.25 WIT.

Bagi pengamat yang berada di jalur khatulistiwa, Matahari akan tepat berada di atas kepala ketika tengah hari. Sedangkan untuk tempat yang lain, Matahari akan sondong ke Utara atau Selatan sejauh lintang lokasi.

Ketika Ekuinoks, Matahari akan terbit nyaris tepat di arah Timur dan terbenam nyaris tepat di arah Barat. Saat Matahari tepat di atas kepala, biasanya dikenal sebagai fenomena tanpa bayangan.

Fase Bulan Perbani Awal (21 Maret)

Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 21.40.22 WIB, 22.40.22 WITA, dan 23.40.22 WIT. Sehingga, Bulan Perbani Awal ini dapat disaksikan sejak terbit ketika tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara menjelang terbenam Matahari, dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar tengah malam.

Bulan berjarak 398.531 km dari Bumi (geosentrik) ketika puncak fase perbani awal dan berada di sekitar konstelasi Taurus.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini