China Blokir Aplikasi Signal, Ada Apa?

Dini Listiyani, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 16 2380552 china-blokir-aplikasi-signal-ada-apa-hl0EAVe9Eh.jpg Aplikasi Signal (foto: BBC)

BEJING – Setelah Facebook, Google, dan Twitter diblokir China selama bertahun-tahun, kini giliran Aplikasi Signal pun ikut diblokir. Aplikasi perpesanan terenkripsi ini tidak lagi bisa digunakan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Pengguna di China mengatakan mereka tidak bisa mendapatkan aplikasi untuk terhubung tanpa layanan VPN. Pesan gagal dikirim dan panggilan tidak berhasil, demikian dikutip dari NBC News, Jumat (19/3/2021)

Pengguna di China memang harus terhubung ke VPN terlebih dahulu agar dapat menghindari Great Firewall di China, sistem sensor yang memblokir situs web, layanan, dan aplikasi yang dianggap tidak pantas oleh pemerintah China.

Baca Juga: Mark Zuckberger Klaim WhatsApp Sulit Disaingi Telegram dan Signal

Signal menjadi salah satu dari sedikit aplikasi perpesanan yang tersisa di China yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan perpesanan terenkripsi. Aplikasi ini memang menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung untuk layanan pesan dan panggilannya yang mencegah pihak ketiga mana pun untuk melihat konten percakapan atau mendengarkan panggilan.

Namun, pesan dan konten yang sensitif soal politik di WeChat sering kali disensor, bahkan pihak berwenang tak segan untuk menindak tegas pengguna karena menyebarkan rumor secara online.

Baca Juga: Signal Kedepankan Keamanan Data Pengguna, WhatsApp Bakal Tergerus? 

Pesan di WeChat hanya dienkripsi antara servernya dan perangkat pengguna, dan secara teori dapat diakses oleh Tencent, perusahaan induk WeChat. Tak heran bila Signal di blokir di China, sebab negara itu memang dikenal sebagai tempat yang arus informasinya begitu di kontrol ketat oleh pemerintah.

Di China, layanan seperti Facebook, Google, dan Twitter telah diblokir selama bertahun-tahun. Baru-baru ini, platform audio-sosial populer Clubhouse juga ditutup di negara itu, tak lama setelah pengguna China di Clubhouse mulai menggunakan aplikasi dan terlibat dalam diskusi audio real-time yang dianggap sensitif oleh pihak berwenang.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini