Anggota Parlemen Rusia Usul Rencana Blokir Zoom

Susi Susanti, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 16 2391851 anggota-parlemen-rusia-usul-rencana-blokir-zoom-laWdO75vSo.jpg Ilustrasi Zoom (Foto: Reuters)

RUSIA - Seorang legislator di Rusia mengusulkan untuk memblokir Zoom karena distributor platform konferensi video tersebut ingin berhenti menjual langganan ke institusi pemerintah di sana.

Reuters mengutip kantor berita RIA, bahwa usulan tersebut berasal dari Alexander Bashkin dari Partai Rusia Bersatu saat berbicara di parlemen.

"Rusia bukan advokat sanksi, tapi, jika Zoom memiliki keputusan seperti itu untuk hubungan institusi pemerintah dan perusahaan, maka blokir layanan mereka di negara kita mungkin langkah yang simetris, resiprokal," kata Bashkin, seperti dikutip Antara.

Beberapa waktu lalu Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu menuduh Rusia ikut campur dalam pemilihan umum dan terlibat sejumlah peretasan. Tuduhan ini langsung dibantah Moskow.

Sementara itu, Rusia belakangan ini menargetkan perusahaan internet asing jika mereka gagal menghapus konten yang dilarang negara tersebut.

(Baca juga: Sambut Bulan Puasa, LINE Ramadan 2021 Hadir dengan Penyegaran dan Fitur Baru)

Koran Rusia, Kommersant, menuliskan Zoom Video Communications Inc melarang distributor mereka menjual layanan ke institusi dan perusahaan milik pemerintah, berdasarkan surat untuk RightConf, distributor Zoom di wilayah Rusia.

RightConf tidak berkomentar atas temuan ini.

Terkait hal ini, perwakilan Zoom menyatakan mereka sedang memperbarui pendekatan di wilayah tersebut dan konsumen yang sudah menggunakan Zoom, baik pemerintah maupun swasta, tetap bisa mengakses layanan mereka.

Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov saat memberikan keterangan tentang Zoom tidak menyebut soal rencana larangan aplikasi tersebut.

(Baca juga: Vivo X60 Series 5G Resmi Dirilis, Yuk Intip Harganya)

"Secara umum, kami merasa menyesal dan bingung mengapa institusi pemerintah Rusia dan pendidikan tinggi sekarang kehilangan kesempatan untuk memperpanjang kontrak dan membuat kontrak baru," kata Peskov.

Kremlin diketahui menggunakan Zoom untuk pertemuan internasional. Namun menurut laporan Reuters, Presiden Vladimir Putin disebut jarang menggunakan Zoom karena ada alternatif lain di sana.

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini