Twitter Luncurkan Emoji 'Aliansi Teh Susu' untuk Gerakan Prodemokrasi di Asia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Sabtu 10 April 2021 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 16 2392348 twitter-luncurkan-emoji-aliansi-teh-susu-untuk-gerakan-prodemokrasi-di-asia-69B7eBEOLm.jpg Foto: AFP

JAKARTA - Media sosial (Medsos) Twitter baru saja meluncurkan emoji baru untuk 'Aliansi Teh Susu', sebuah gerakan yang mempersatukan para aktivis prodemokrasi di Asia.

Aliansi tersebut telah memadukan para demonstran anti-Beijing di Hong Kong dan Taiwan dengan pegiat prodemokrasi di Thailand dan Myanmar.

Emoji berwujud gelas putih berlatar belakang tiga warna cokelat menandai satu tahun sejak tagar #MilkTeaAlliance dimulai.

Salah satu target aliansi ini adalah melawan dominasi China, namun Beijing menyebutnya "penuh dengan bias".

Apa yang dimaksud dengan Aliansi Teh Susu?

Aliansi ini muncul tahun lalu setelah adanya perseteruan di Twitter antara kalangan nasionalis China dengan seorang aktor muda Thailand dan kekasihnya, yang dituduh mendukung demokrasi di Hong Kong dan kemerdekaan Taiwan.

Gerakan ini meraih popularitas di antara para pegiat prodemokrasi di Thailand yang menyerukan reformasi kerajaan serta para demonstran di Hong Kong yang menuding Beijing mencederai demokrasi kawasan itu. Penggunaan tagar Aliansi Teh Susu meningkat lagi pada Februari lalu ketika militer Myanmar melancarkan kudeta yang memicu demontrasi besar-besaran.

"Kami menyaksikan lebih dari 11 juta cuitan menampilkan tagar #MilkTeaAlliance selama setahun terakhir," sebut Twitter dalam sebuah unggahan di platform media sosial itu, Sabtu (10/4/2021).

Emoji yang dirilis Twitter akan otomatis muncul manakala pengguna medsos berlambang burung biru itu memakai tagar #MilkTeaAlliance.

"Pada masa kericuhan sipil atau aksi keji, semakin penting bagi publik untuk mengakses #OpenInternet untuk mendapat kabar saat ini, informasi kredibel, dan layanan penting," sebut Twitter.

Pengumuman ini merupakan momen penting untuk gerakan Aliansi Teh Susu, kata pegiat Thailand bernama Netiwit Chotiphatphaisal kepada BBC.

"Sangat baik bahwa Twitter mengakui apa yang kami perjuangkan selama sekian tahun. Selain memerangi diktator-diktator kami, kami juga melawan dominasi China."

"Gerakan ini tak hanya terjadi di ranah daring, tapi juga luring. Dampaknya besar."

Para pegiat terkemuka dari kawasan Asia merayakan pengumuman Twitter di dunia maya. Sebuah unggahan dari akun Twitter aktivis Hong Kong, Joshua Wong, memakai emoji tersebut disertai tulisan: "Selalu bersolidaritas, betapapun sulitnya masa-masa ini".

Sebelum merilis emoji Aliansi Teh Susu, Twitter menciptakan emoji untuk gerakan #MeToo dan #BlackLivesMatter

Bagaimana respons China?

Pemerintah China mengkritik Aliansi Teh Susu. Gerakan itu "secara konsisten memiliki posisi anti-China dan penuh dengan bias terhadap China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam jumpa pers pada Kamis 8 April 2021 sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Meskipun Twitter dilarang penggunaannya di China daratan, para pejabat negara itu memakai platform media sosial tersebut untuk melawan kritik khalayak internasional terhadap kebijakan-kebijakan Beijing.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini