XL Axiata Raih Laba Rp321 M dalam 3 Bulan Pertama 2021

Danang Arradian, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 16 2401475 xl-axiata-raih-laba-rp321-m-dalam-3-bulan-pertama-2021-hlKTjm3vCu.jpg Foto: XL Axiata.

JAKARTA - XL Axiata berhasil meraih laba sebesar Rp321 miliar di kuartal pertama 2021, dengan marjin EBITDA sebesar 50%.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarni mengaku bersyukur XL Axiata bisa tetap tumbuh positif meski kompetisi industri telekomunikasi berlangsung ketat dan daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: XL Axiata Bagi-Bagi Dividen Rp339,4 Miliar

Apa resep agar perusahaan tetap cuan? Dian menyebut ada tiga strategi. Pertama, fokus mengimplementasikan Operational Excellence dan digitalisasi di berbagai lini.

Kedua, meningkatkan efisiensi bisnis. Ketiga, meluncurkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics. ”Sehingga upselling melalui saluran penjualan omni channel bisa dilakukan,” ungkapnya.

Dampaknya, beban operasional XL Axiata di kuartal pertama 2021 turun 6% year on year (YoY). ”Di dorong interkoneksi lebih rendah akibat penurunan lalu lintas layanan legacy (SMS dan voice),” ujarnya.

Selanjutnya, biaya tenaga kerja turun -23% YoY karena revisi provisi remunerasi. Juga, biaya infrastruktur turun 11% YoY karena sewa menara lebih rendah. Sementara itu, beban biaya pemasaran meningkat 16% YoY karena adanya peningkatan biaya komisi.

Dian menyebut bahwa XL Axiata mencatat peningkatan kontribusi pendapatan data terhadap pendapatan layanan (service revenue) meningkat menjadi 94%, dengan penetrasi smartphone 90%, tertinggi di industri.

BACA JUGA: XL Tetap Optimis Trafik Seluler Meningkat Meski Mudik Dilarang

Sementara itu, pembangunan jaringan data 4G terus berlangsung. Hingga akhir kuartal pertama 2021, ada 458 kota/kabupaten di Indonesia dengan 57 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G. Total jumlah BTS saat ini mencapai lebih dari 147 ribu. Terbanyak BTS 4G.

Di luar Jawa, XL Axiata juga melakukan fiberisasi secara massif untuk meningkatkan kapasitas jaringan. Utamanya untuk memenuhi peningkatan kebutuhan layanan data. Juga, kesiapan adopsi teknologi baru.

”Fiberisasi yang mampu menyediakan kapasitas besar ini sangat mendukung efisiensi biaya untuk pencapaian profitabilitas,” ujar Dian.

Bagaimana dengan 5G? XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan guna meningkatkan kapasitas jaringan transport. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti live video streaming.

Adapun jaringan data di luar Jawa juga terus diperluas lewat pemanfaatan teknologi Open RAN agar lebih efisien dari sisi biaya. Uji coba Open RAN sudah dihelat Februari 2021 silam di Ambon, Maluku.

Sementara itu, trafik data sepanjang kuartal 1 2021 meningkat 40% YoY dari 997 Petabyte menjadi 1.391 Petabyte. Dibanding kuartal sebelumnya, trafik data meningkat 1%. ”Trafik data tetap meningkat meski total jumlah pelanggan naik tipis dari 55,49 juta di 2020 menjadi 56,02 juta di 2021.

Untuk produk, sepanjang kuartal 1 2021XL Axiata mengenalkan sejumlah penawaran baru. Ada Paket Akrab untuk pelanggan kartu prabayar dengan target keluarga. Lalu, ada penawaran AXIS untuk pelanggan usia muda. Sementara XL Prio membidik segmen pascabayar berfokus pada bundling smartphone.

XL Axiata juga disebut Dian terus meningkatkan pemanfaatan digital IT, artificial intelligent, omni channel dan data analytics. ”Untuk mengidentifikasi tepat apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan atas layanan telekomunikasi dan data,” bebernya.

Dampaknya, perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru. ”Hasilnya memang menjanjikan. Termasuk dalam meningkatkan ketepatan penawaran produk yang sesuai dengan karakter setiap segmen,” ujar Dian.

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas relatif tinggi. Free Cash Flow (FCF) ada pada tingkat sehat, yaitu sebesar Rp1,40 triliun. Untuk jumlah utang bersih berkurang 15% dibanding periode sama tahun lalu.

(DKA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini