Trump Luncurkan Situs Web Baru, Bisa Dibagikan ke Twitter dan Facebook

Susi Susanti, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 16 2405834 trump-luncurkan-situs-web-baru-bisa-dibagikan-ke-twitter-dan-facebook-nTkaKwQeWI.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: BBC)

WASHINGTONMantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meluncurkan situs web "komunikasi" baru, www.donaldjtrump.com/desk.

Nantinya setiap konten yang terkirim akan "langsung dari meja" mantan presiden AS itu.

Melalui siaran pers, Trump mengatakan pengguna situs web miliknya akan dapat menyukai postingan- dan juga membagikannya di akun Twitter dan Facebook.

Langkah itu diambil sehari sebelum keputusan dari Dewan Pengawas Facebook tentang apakah akan melarang Trump secara permanen.

Situs web tersebut dilaporkan dibangun oleh Campaign Nucleus, perusahaan layanan digital yang dibuat oleh mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale.

Beberapa postingan di situs tersebut mengulangi klaim yang ditolak bahwa pemilihan presiden tahun lalu telah dicurangi.

Penasihat senior Trump, Jason Miller, sebelumnya mengatakan platform media sosial baru akan diluncurkan. "Platform baru ini akan menjadi besar," katanya pada Maret lalu.

(Baca juga: Perjalanan Bill Gates, Berdirinya Microsoft hingga Perilisan DOS dan Windows)

Tetapi Miller mentweet pada Selasa (4/5) jika situs web baru tersebut bukanlah platform media sosial yang sebelumnya dia katakan.

"Kami akan mendapatkan informasi tambahan tentang hal itu dalam waktu dekat," katanya.

Sementara itu, Dewan Pengawas Facebook akan mengumumkan keputusannya apakah Trump akan dilarang secara permanen dari platform tersebut pada pukul 09:00 EST (14:00 BST).

Jika dia diizinkan kembali ke situsnya, Facebook memiliki waktu tujuh hari untuk mengaktifkan kembali akunnya.

YouTube mengatakan mereka akan mengaktifkan kembali akun Trump ketika ancaman "kekerasan dunia nyata" berkurang.

Seperti diketahui, Trump telah dilarang oleh berbagai media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook dan YouTube setelah kerusuhan Capitol pada Januari lalu.

(Baca juga: Ingin Belajar Bahasa Korea? Aplikasi Ini Bisa Membantu Anda)

Twitter, tempat Trump memiliki 88 juta pengikut, telah melarangnya secara permanen.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini