Awas, Kejahatan Siber Berkedok Vaksinasi Covid-19

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 16 2407626 awas-kejahatan-siber-berkedok-vaksinasi-covid-19-QUt4bALvUl.jpg Ilustrasi kejahatan siber (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Para penjahat siber semakin cerdik mencari cara baru untuk mencuri data pengguna. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situasi yang terjadi saat ini, yakni pandemi Covid-19.

Mereka juga secara intensif menggunakan email spam terkait Covid-19 dan halaman phishing untuk mendapatkan keuntungan dari berita paling menggegerkan dan terkenal tahun ini.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, “Spam and Phishing in Q1 2021”, para pelaku kejahatan siber terus mengeksploitasi tantangan epidemiologi tersebut - dan kali ini, berfokus pada proses vaksinasi.

Pakar Kaspersky menemukan berbagai jenis halaman phishing yang telah didistribusikan ke seluruh dunia. Selain email spam, penerima juga diundang untuk mendapatkan vaksin, berpartisipasi dalam mengikuti survei, atau mendiagnosis Covid-19.

Pakar keamanan di Kaspersky, Tatyana Shcherbakova, mencontohkan seperti beberapa pengguna dari Inggris Raya menerima email yang tampaknya berasal dari Layanan Kesehatan Nasional negara tersebut. Penerima diundang untuk divaksinasi, setelah terlebih dahulu mengkonfirmasi kemauan mereka untuk divaksinasi dengan mengikuti tautan.

"Untuk membuat janji vaksinasi, pengguna harus mengisi formulir dengan data pribadI, termasuk detail kartu bank. Akibatnya, mereka menyerahkan data pribadi dan finansial mereka kepada para penipu online," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

(Baca juga: WhatsApp Akan Miliki Fitur Baru Saran Stiker)

Cara lain untuk mendapatkan akses ke data pribadi pengguna adalah melalui survei vaksinasi palsu. Para penipu online mengirim email atas nama perusahaan farmasi besar yang memproduksi vaksin Covid-19, mengundang penerima untuk mengikuti survei singkat.

Semua peserta akan dijanjikan hadiah atas partisipasi mereka dalam survei. Setelah menjawab pertanyaan tersebut, korban dialihkan ke halaman dengan kedok hadiah. Untuk menerima hadiah, para pengguna diminta untuk mengisi kelengkapan formulir dengan informasi pribadi.

Bahkan, dalam beberapa kasus, para penipu online ini akan meminta pembayaran sejumlah token, untuk pengiriman.

Para ahli Kaspersky juga menemukan email spam yang menawarkan layanan atas nama pabrikan China. Email tersebut menawarkan produk untuk mendiagnosis dan mengobati virus, tetapi paling utama adalah pada penjualan jarum suntik vaksinasi.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan berkedok vaksin, Tatyana menyarankan agar bersikap skeptis terhadap berbagai jenis penawaran dan promosi yang didistribusi online dan disertai hadiah.

(Baca juga: Berikut Ponsel Orang Super Kaya di Dunia, Mulai dari Mark Zuckerberg hingga Elon Musk)

Selain itu penting untuk memverifikasi bahwa pesan berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan tidak mengikuti tautan dari email mencurigakan, pesan instan, atau komunikasi jejaring sosial.

 (sst)

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini