Smartfren Klaim Alami Peningkatan Trafik Data 36% selama Larangan Mudik

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 16 2411797 smartfren-klaim-alami-peningkatan-trafik-data-36-selama-larangan-mudik-F5tN2LzcqM.jpg Ilustrasi pertumbuhan trafik data (foto: shutterstock)

JAKARTA - Larangan mudik dan liburan lebaran 2021 menjadi tantangan tersendiri bagi operator untuk bisa tetap memberikan pelayanan terbaik selama pandemi. Terbukti, Smartfren berhasil mencatat pertumbuhan trafik data secara year on year 36 persen, meski tidak ada mudik.

Sementara kapasitas dan coverage nasional Smartfren, secara year on year telah berhasil ditingkatkan hingga rata-rata 14 persen sehingga dapat mengatasi peningkatan yang terjadi.

Adapun wilayah yang memberikan kontribusi terbesar dalam peningkatan akses layanan data ini adalah Jabodetabek dan Jawa Tengah.

Baca JugaLarangan Mudik Lebaran, Trafik Data XL Axiata Tetap Meningkat 35%

VP Network Operations Smartfren Agus Rohmat, mengatakan mayoritas kenaikan terjadi di wilayah pemukiman, mengingat saat ini tengah diterapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan banyak kegiatan yang dilakukan secara online dari lokasi masing-masing. Misalnya silaturahmi dengan kerabat menggunakan video call, akses media sosial, hingga streaming video.

"Kenaikan traffic data kali ini sedikit lebih tinggi dibandingkan prediksi, namun dapat ditangani dengan baik," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: Pengguna Data Telkomsel Meningkat 49% saat Lebaran

Sebagai antisipasi terhadap kenaikan traffic data tersebut, sebelumnya Smartfren juga menyiagakan Satgas Jaringan dan Network Operations Center (NOC) yang siaga selama 24 jam, sekaligus didukung call centre Smartfren.

Jaringan telekomunikasi Smartfren sendiri telah dirancang menggunakan desain full redundant dan memiliki teknologi automatic switch over sehingga perubahan kebutuhan kapasitas bisa disesuaikan dengan cepat.

Teknologi ini juga berkontribusi mempercepat penanganan jaringan, sehingga gangguan bisa diselesaikan kurang dari satu jam.

Berkat rangkaian antisipasi tersebut, Smartfren berhasil memperkecil jumlah keluhan pelanggan terkait jaringan hingga sebesar 60 persen.

Pada momen Idul Fitri kali ini, Smartfren tidak mengerahkan mobile combat BTS sama sekali, karena minimnya mobilitas masyarakat di tengah berlakukan aturan PPKM.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini