LAPAN Kini Jadi Indonesia Space Agency Diintegrasikan dengan BRIN

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 16 2412202 lapan-kini-jadi-indonesia-space-agency-diintegrasikan-dengan-brin-FQHzsjRRqj.jpg Ilustrasi luar angkasa. (Foto: Freepik)

DENGAN pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Joko Widodo pada 28 April 2021 lalu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan secara bertahap diintegrasikan ke dalam BRIN sebagai Organisasi Pelaksana Litbangjirap (OPL).

Integrasi itu bersama dengan tiga lembaga lain yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Baca juga: Apa Itu Fenomena Alam Fajar dan Senja Kazib? Ini Penjelasannya 

Berdiri sejak 1963, LAPAN sendiri telah memiliki memiliki kiprah yang cukup panjang dalam sejarah Indonesia. Tidak hanya sebagai lembaga Litbangjirap, tetapi juga sebagai Indonesia Space Agency yang memiliki kewenangan dalam bidang kedirgantaraan dan antariksa di Tanah Air.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengungkapkan bagaimana posisi LAPAN sebagai space agency sesudah adanya BRIN. LAPAN sebagai lembaga litbang akan diintergrasikan ke dalam BRIN sesuai Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang Sinas Iptek.

Ilustrasi luar angkasa. (Foto: NASA/Unsplash)

BRIN yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden akan bertindak sebagai 'Lembaga Penyelenggara Keantariksaan' sesuai Pasal 38 UU Keantariksaan.

"Jadi nantinya yang dimaksud 'lembaga' ini dalam UU Keantariksaan, bukan lagi LAPAN tetapi BRIN. Nantinya BRIN akan mendelegasikan tugas fungsi teknis keantariksaan kepada Organisasi Riset LAPAN," jelas Thomas.

"Aspek kebijakan dan regulasi nantinya BRIN yang akan mengoordinasikan, tentunya dengan masukan dari LAPAN," imbuhnya.

Baca juga: 5 Hal Penting yang Mesti Dipertimbangkan Sebelum Beli Smartphone 

Perjalanan Indonesia Space Agency dimulai pada 1962, tepatnya 13 Mei 1962, dengan pembentukan Panitia Astronautika oleh menteri pertama RI, Juanda, selaku Ketua Dewan Penerbangan RI; dan RJ Salatun selaku Sekretaris Dewan Penerbangan RI.

Kemudian, seperti dinukil dari akun Instagram LAPAN, Rabu (19/5/2021), pada 22 September 1962, dibentuk Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan ITB. PRIMA berhasil membuat dan meluncurkan dua roket seri Kartika.

Seperti dijelaskan sebelumnya, LAPAN berdiri pada 27 November 1963 melalui Keputusan Presiden Nomor 236 Tahun 1963 tentang LAPAN. Lalu dibuat juga aturan dalam Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1974 tentang LAPAN.

Pada 1988, LAPAN kembali dibawahi payung hukum dalam Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 1988 tentang LAPAN. Kemudian Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 33 Tahun 1988 tentang LAPAN.

Baca juga: YouTube Alami Gangguan, Netizen Kecewa 

Lalu pada tahun 2000, keluar lagi aturan dalam Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Funsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Data Kerja Lembaga Pemerintah Non-Departemen.

Pada 2013, dibuat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dua tahun kemudian muncul Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2015 tentang LAPAN.

Baca juga: Jangan Suka Begadang Tiap Malam, Ini Bahayanya 

Selang dua tahun lagi dibuat Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan. Lalu di tahun ini dibuat Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2021 tentang BRIN.

"Kita bangga memiliki LAPAN. Harus kita perbesar skalanya, sehingga ke depan kedirgantaraan menjadi ekonomi masa depan Indonesia," ungkap Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini