LAPAN Bangun Observatorium Terbesar Se-Asia Tenggara di Kupang

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 19 Mei 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 16 2412602 lapan-bangun-observatorium-terbesar-se-asia-tenggara-di-kupang-u3xz4P8uPt.jpg Ilustrasi observatorium. (Foto: Wikipedia)

KEPALA Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan sampai saat ini pembangunan untuk observatorium nasional (obnas) di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung.

Kendati demikian, untuk material kubah observatorium, Thomas mengaku memang belum terpasang karena masih tertahan di Kupang akibat kondisi jalan yang tidak memadai.

Baca juga: LAPAN Kini Jadi Indonesia Space Agency Diintegrasikan dengan BRIN 

"Pemprov NTT sudah memperbaiki sebagian ruas jalan. KemPUPR saat ini sedang menyelesaikan ruas jalan selebihnya sampai lokasi. Diharapkan sebentar lagi jalan beres," ungkap Thomas dalam pesan singkat kepada MNC Portal, Rabu (19/5/2021).

Setelah masalah jalan beres, material kubah segera dikirim ke lokasi untuk kemudian dipasang. Selanjutnya teleskop dikirim dari Jepang dan dipasang di dalam kubah.

Ilustrasi observatorium.

"Semoga semuanya sesuai target," ucapnya.

Sementara Koordinator Bidang Humas LAPAN Jasyanto menyatakan gedung fasilitas teleskop utama tempat observatorium kini sudah hampir jadi. Pembangunan sudah mencapai 90 persen.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Alam Fajar dan Senja Kazib? Ini Penjelasannya 

Hingga saat ini pihaknya sedang mengejar pembangunan teleskop serta gedung fasilitas pendukung lainnya. LAPAN, kata Jasyanto, akan fokus pada pembangunan fasilitas penelitian observatorium nasional seperti teleskop.

"LAPAN khususnya terkait dengan fasilitas penelitian obnasnya teleskop dan lain-lain. Tapi nanti ke depannya tentu juga ada pembangunan untuk fasilitas umum ya," jelas dia ketika dihubungi secara terpisah.

Diketahui, LAPAN menargetkan pembangunan observatorium nasional terbesar se-Asia Tenggara itu akan rampung pada 2021. Wilayah Gunung Timau dipilih menjadi lokasi pembangunan observatorium karena diperlukan area bebas polusi cahaya dan udara.

Dengan keberadaan observatorium nasional di Kupang, diharapkan wilayah tersebut menjadi tempat wisata langit yang tentunya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar.

Baca juga: LAPAN: Supermoon Sebabkan Air Laut Pasang Maksimum 

Observatorium nasional itu akan dilengkapi teleskop 380 sentimeter yang relatif besar untuk wilayah Asia-Pasifik dan sangat bermanfaat pada penelitian keantariksaan.

Observatorium di Gunung Timau menjadi Taman Nasional Langit Gelap pertama di Indonesia, sekaligus observatorium terbesar di Asia Tenggara. Saat rampung, observatorium nasional di Gunung Timau juga bakal memajang teleskop terbesar di Asia Tenggara.

Kalau sekarang Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, sudah "dikepung" oleh permukiman, maka tidak dengan observatorium di Kupang ini. Sebab lokasinya berada di tengah hutan lindung, tidak boleh ada bangunan lain di sekitar observatorium yang bisa menimbulkan polusi cahaya dan udara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini