Berbagai Negara yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total, Salah Satunya Indonesia

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 16 2415074 berbagai-negara-yang-bisa-menyaksikan-gerhana-bulan-total-salah-satunya-indonesia-SIeow6inFy.jpg Gerhana bulan total (Foto: The Verge)

Pada 26 Mei 2021 besok, Bumi akan disambangi oleh Gerhana Bulan Total (GBT). Fenomena ini spesial, karena bersamaan dengan terjadinya Perige, yakni ketika Bulan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi.

Puncak GBT terjadi pada pukul 18.18.43 WIB atau 19.18.43 WITA atau 20.18.43 WIT, dengan jarak 357.464 kilometer dari Bumi.

 gerhana bulan total

Sementara puncak Perige akan terjadi pada pukul 08.57.46 WIB atau 09.57.46 WITA atau 10.57.46 WIT, dengan jarak 357.316 kilometer dari Bumi.

Secara global, GBT kali ini dapat disaksikan di Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Oseania, dan sebagian besar benua Amerika kecuali Kanada bagian timur, Kepulauan Virgin sampai dengan Trinidad-Tobago, Brazil bagian timur, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis.

Sementara di Tanah Air, GBT bisa disaksikan di seluruh Indonesia dari arah Timur-Tenggara (hingga Tenggara untuk Indonesia bagian timur), tanpa menggunakan alat bantu optik apapun. GBT kali ini terletak di dekat konstelasi Scorpius.

Melansir dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Selasa (25/5/2021), gerhana Bulan kali ini disebut juga Bulan Merah Super.

Kelebihan GBT kali ini juga terjadi bertepatan dengan detik-detik Waisak, yakni pada 15 sukaplaksa (paroterang). Waisaka 2565 Era Buddha yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13.30 WIB atau 19.13.30 WITA atau 20.13.30 WIT, dengan jarak 357.461 kilometer dari Bumi.

Pada dasarnya, detik-detik Waisak terjadi ketika Purnama Waisak atau disebut juga Waisaka Purnama yang selalu jatuh pada 15 suklapaksa di bulan Waisaka.

Pada saat bulan purnama, Bulan dan Matahari akan berada pada satu garis lurus sedemikian rupa, sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal, dengan Bumi berada di antara keduanya.

Dengan begitu, Bulan akan tampak bulat sempurna dipandang dari Bumi. Kedudukan membentuk garis lurus seperti ini dikenal dengan istilah oposisi atau istiqbal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini