Facebook Minta Maaf Lantaran Ceroboh Hapus Semua Postingan Bela Palestina

Wahyu Budi Santoso, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 16 2416122 facebook-minta-maaf-lantaran-ceroboh-hapus-semua-postingan-bela-palestina-ZifuRePUVF.jpg Facebook (foto: shutterstock)

TEL AVIVFacebook akhirnya minta maaf kepada pengguna lantaran telah menghapus seluruh postingan terkait bela Palestina. Tindakan Facebook justru menimbulkan protes keras hingga seruan keluar dari akun sosial media tersebut.

Eksekutif senior Facebook telah meminta maaf kepada Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh melalui pertemuan online atas aksinya memblokir konten pro-Palestina.

Kepala Misi Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan Facebook telah mengakui bahwa ada masalah dengan algoritmanya dan berjanji untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga: Aktivis Palestina Serukan Tinggalkan Facebook, Mark Zuckerburg Panik

Dijelaskannya, tim Facebook yang dipimpin oleh Vice President for Global Affairs, Nick Clegg menginformasikan bahwa pihaknya secara tidak tepat melabeli kata-kata tertentu yang sering digunakan oleh warga Palestina termasuk 'martir' (kesyahidan) dan 'perlawanan' (pertempuran) sebagai hasutan untuk melakukan kekerasan.

“Mereka berjanji akan mengevaluasi dan mengkaji kerangka tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Facebook dan Instagram Sembunyikan Jumlah "Like"

Pertemuan virtual pekan lalu juga dihadiri oleh Vice President Global Public Policy Facebook , Joel Kaplan dan Head of Policy Asia Barat dan Afrika Utara, Azzam Alameddin.

Pengguna media sosial dari Palestina dan seluruh dunia mengunggah foto dan video yang dibagikan tentang kekerasan militer Israel dan populasi Yahudi di Sheikh Jaraah, Yerusalem, dan Jalur Gaza.

Mereka menggunakan tagar #SaveSheikhJarrah dan #GazaUnderAttack dalam bahasa Inggris dan Arab.

Namun, saluran media sosial lainnya termasuk Twitter dan Instagram memblokir, memberlakukan batasan, membungkam suara mereka, dan menghapus akun ketika orang-orang Palestina menyuarakan penindasan yang sedang berlangsung.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini