Dilatih Ribuan Jam, Robot Ini Bisa Seduh Kopi Seenak Barista Profesional

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Sabtu 29 Mei 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 16 2417053 dilatih-ribuan-jam-robot-ini-bisa-seduh-kopi-seenak-barista-profesional-fc1CLBxx0V.jpg Robot barista. (Foto: Orionstar/Interesting Engineering)

SEBUAH perusahaan robotika asal China bernama OrionStar baru saja meluncurkan Robotic Coffee Master. Mereka mengambarkannya sebagai robot barista humanoid yang menyimulasikan teknik pembuatan kopi tingkat master dan menjamin rasa yang enak di setiap cangkirnya.

Teknik pembuatan kopi robot tersebut adalah hasil dari 3.000 jam pembelajaran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kemudian 30.000 jam pengujian lengan robotik dan pelatihan mesin.

Baca juga: Startup Ini Terbangkan Prototipe Robot Penambang Sampah Antariksa 

Robotic Coffee Master mampu melakukan teknik pembuatan brewing yang kompleks, termasuk kurva dan spiral dengan stabilitas serta akurasi tingkat milimeter berkat pembelajaran mesin selama ribuan jam.

Menurut Robotics and Automation News, fitur utama robot ini juga termasuk kamera depth RGB yang menyediakan pemantauan real time dari lengan robot serta kondisi minuman.

Indikator lampu menampilkan status kerja robot yang memiliki penjepit mekanis yang dapat menyesuaikan sendiri dengan cakar pencengkeram untuk memindahkan objek dengan mudah.

Fitur keamanan pada robot ini termasuk tombol matikan darurat, deteksi anti-tabrakan, dan batas keamanan elektronik untuk mencegah kecelakaan kerja. Sedangkan Arm OS OrionStar memungkinkan penyesuaian dan penyebaran secara cepat.

Baca juga: Bartender Hati-Hati, Sudah Ada Robot yang Jago Olah Minuman Loh 

"Robotic Coffee Master dapat menghasilkan seduhan kopi pour-over setiap 3 menit dan dapat bekerja dengan kapasitas penuh 24/7," kata Wakil Presiden OrionStar Liang Su, melalui Robotics and Automation News, seperti dikutip dari laman Interesting Engineering, Sabtu (29/5/2021).

Lebih lanjut, kata Su, robot ini merupakan solusi di tengah kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan interaksi tanpa kontak, apalagi di area dengan lalu lintas tinggi seperti bandara dan kawasan bisnis.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini