LAPAN: Kilatan Cahaya di Gunung Merapi Kemungkinan Terkait Hujan Meteor

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 16 2417729 lapan-kilatan-cahaya-di-gunung-merapi-kemungkinan-terkait-hujan-meteor-VKYpnzyBJ1.jpg Kilatan cahaya di puncak Gunung Merapi diduga terkait hujan meteor. (Foto: Instagram @gunarto_song)

PADA Kamis 27 Mei lalu sebuah foto unggahan akun Instagram @Gunarto_Song mendadak viral. Pasalnya, foto itu menampilkan adanya kilatan cahaya yang disebut-sebut sebagai meteor di puncak Gunung Merapi.

Penampakan tersebut juga dikonfirmasi melalui pantauan kamera CCTV Gunung Merapi dari Pos Klaitengah Kidul. Mereka juga mendapat momen kilatan cahaya diduga meteor itu.

Baca juga: Kesaksian Pemotret Cahaya yang Diduga Meteor di Puncak Gunung Merapi 

Merespons hal tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan bahwa berdasarkan data International Meteor Organization (IMO), selama Mei 2021 setidaknya terdapat dua hujan meteor yang sedang aktif.

Pertama, Hujan Meteor Eta Aquarid (031 ETA) yang aktif sejak 19 April hingga 28 Mei 2021. Puncaknya terjadi pada 6 Mei pukul 03 UT dengan intensitas 50 meteor per jam ketika di Zenit.

Benda diduga meteor jatuh di puncak Gunung Merapi. (Foto: @gunarto_song)

Kedua, Hujan Meteor Arietid (171 ARI) yang aktif sejak 14 Mei hingga 24 Juni 2021. Puncaknya terjadi pada 7 Juni dengan intensitas 30 meteor per jam ketika di Zenit.

Berdasarkan dua data tersebut, LAPAN menyimpulkan bahwa ada dugaan kilatan cahaya kehijauan yang muncul di dekat puncak Gunung Merapi kemungkinan disebabkan aktivitas hujan meteor.

Baca juga: LAPAN Ragu Ada Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi 

"Peristiwa jatuhnya meteor adalah peristiwa astronomi yang biasa terjadi dan tidak ada hubungannya dengan apa pun," jelas LAPAN, seperti dikutip dari laman resminya, Senin (31/5/2021).

Kilatan cahaya yang secara virtual tidak terlalu besar dan ditambah tidak adanya ledakan, diperkirakan meteor yang jatuh tersebut berukuran tidak terlalu besar.

"Setidaknya berukuran kerikil dan bisa jadi habis terbakar di atmosfer," tutup LAPAN.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini