Gerhana Matahari Cincin 10 Juni Hanya Terlihat di Wilayah Ini

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 16 2420145 gerhana-matahari-cincin-10-juni-hanya-terlihat-di-wilayah-ini-XNNP5CapaL.jpg Gerhana matahari (Foto: Times of india)

PADA 10 Juni mendatang, akan ada dua fenomena langit yang menyambangi Bumi. Pertama Fase Bulan Baru yang terjadi pukul 17.52.33 WIB atau 18.52.33 WITA atau 19.52.33 WIT.

Fenomena gerhana matahari cincin terjadi dengan jarak 404.245 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Taurus. Bulan tidak hanya membentuk konjungsi dengan Matahari, melainkan juga dengan Merkurius sehingga disebut juga Konjungsi Tripel Bulan-Merkurius-Matahari.

 gerhana matahari cincin

"Fenomena ini tidak dapat diamati dengan kasat mata karena kecerlangannya yang rendah," tulis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di laman resminya, dikutip Jumat (4/6/2021).

Kemudian fenomena kedua di tanggal 10 Juni adalah Gerhana Matahari Cincin (GMC). Sayangnya fenomena ini hanya dapat disaksikan di Pulau Ellesmere dan Bafin (Kanada), serta kawasan Siberia (Rusia). Kedua wilayah yang sangat jauh dari Indonesia.

Kenampakan maksimum fenomena ini terjadi pada pukul 17.43.05 WIB atau 18.43.05 WITA atau 19.43.05 WIT. Sementara di wilayah seperti Greenland, Islandia, Eropa, Rusia, negara-negara di Asia Tengah, dan China, dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

Kondisi langit pada 10 Juni ketika senja, planet Venus dan Mars condong ke arah barat-barat laut, hingga kemudian terbenam di arah barat-barat laut masing-masing pukul 19.00 dan 20.30 waktu setempat.

Merkurius tidak dapat terlihat sepanjang malam, dan berada di atas ufuk bersama-sama Matahari dan Bulan.

Sementara itu, ketinggian Bulan ketika terbenam Matahari bervariasi, antara -0,55° hingga -2,1°, dengan sudut elongasi terhadap Matahari bervariasi antara 0,29° sampai 1,94°, sehingga Bulan tidak dapat diamati meskipun dengan alat bantu.

Sedangkan Saturnus, baru dapat dilihat sejak pukul 21.30 waktu setempat dari arah timur, kemudian menyusul Jupiter yang baru terbit pada pukul 22.45 waktu setempat.

"Kedua planet raksasa ini dapat disaksikan hingga fajar bahari berakhir keesokan harinya," tandas LAPAN.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini