3 Astronot China Terbang ke Orbit Bumi, Bawa Misi Apa?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 16 2426630 3-astronot-china-terbang-ke-orbit-bumi-bawa-misi-apa-T0xWKTyG38.jpg Terbang ke orbit bumi (Foto: Inf News)

CHINA semakin ambisius dalam eksplorasi ruang angkasa. Mereka menerbangkan tiga astronotnya ke orbit Bumi melalui kapsul Shenzhou-12 untuk menyiapkan stasiun ruang angkasa baru milik mereka, Kamis (17/6/2021).

Tiga astronot itu bernama Nie Haisheng, Liu Boming, dan Tang Hongbo. Mereka siap menghabiskan waktu selama tiga bulan di dalam modul Tianhe. Modul itu berada sekitar 380 kilometer di atas Bumi.

 astronot

Seperti dilansir dari BBC, bagi China, ini akan menjadi misi ruang angkasa berawak dengan durasi terpanjang dan akan menjadi yang pertama dalam hampir lima tahun

Tiga astronot itu berada dalam kapsul Shenzhou-12 yang lepas landas di atas roket Long March 2F.

Kapsul itu diterbangkan dari pusat peluncuran satelit Jiuquan di Gurun Gobi pada pukul 9:22 pagi waktu Beijing atau 8.22 WIB.

Melalui misi ini, China diyakini ingin menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka yang terus berkembang dalam bidang ruang angkasa.

Selama enam bulan terakhir, China membawa sampel batuan dan tanah dari Bulan ke Bumi. Mereka juga mendaratkan robot beroda enam di Mars. Dua misi ini sangat kompleks dan menantang.

Ini merupakan misi ruang angkasa berawak dengan durasi terpanjang dan akan menjadi yang pertama dalam hampir lima tahun.

Lalu apa yang akan dilakukan tiga astronot China di luar angkasa?

Komandan dalam misi ini adalah Nie Haishen. Dia dan dua rekannya ditugaskan untuk menangani modul Tianhe seberat 22,5 ton.

"Saya memiliki banyak harapan," kata Haishen sebelum meluncur ke ruang angkasa.

"Kami harus mendirikan rumah baru kita di ruang angkasa sekaligus menguji serangkaian teknologi baru. Jadi, misi kami ini berat dan menantang.

"Saya percaya jika kami bertiga bekerja sama, melakukan operasi yang menyeluruh dan akurat, kami dapat mengatasi tantangan. Kami percaya diri dapat menyelesaikan misi ini," ujarnya.

Modul Tianhe dengan panjang 16,6 meter dan lebar 4,2 meter dipamerkan ke publik April lalu.

Tianhe adalah komponen pertama dan inti dari konstruksi stasiun ruang angkasa seberat 70 ton yang mengorbit Bumi.

Stasiun itu akan terdiri dari tempat tinggal astronaut sekaligus laboratorium sains yang dilengkapi teleskop Hubble untuk mengamati ruang angkasa.

Berbagai elemen stasiun itu akan diluncurkan secara bergantian selama beberapa tahun ke depan. Pembangunan akan disertai dengan pengiriman kargo reguler dan sejumlah astronaut.

Sementara itu, makanan, bahan bakar, dan peralatan yang akan dibutuhkan tiga astronot ini selama tinggal di Tianhe dikirim di atas kapal pengangkut robot, Mei lalu.

Mereka akan membongkar perbekalannya itu begitu tiba di Tianhe. Itu akan menjadi pekerjaan pertama di ruang angkasa.

Selain makanan dan kebutuhan dasar, dua pakaian antariksa juga berada di dalam kargo itu. Pakaian tersebut perlu mereka kenakan saat bekerja di luar Tianhe.

Sebenarnya apa ambisi China di ruang angkasa?

China dalam beberapa tahun terakhir tidak merahasiakan ambisi luar angkasanya.

Mereka menggelontorkan dana yang signifikan untuk ambisi ini. Pada tahun 2019 mereka menjadi negara pertama yang mengirim pesawat penjelajah tanpa awak ke sisi jauh Bulan.

Namun China harus mengembangkan stasiun ruang angkasa sendiri setelah negara itu dikeluarkan dari proyek Stasiun Ruang Angkasa Internasional.

Amerika Serikat yang memimpin kemitraan proyek ruang angkasa bersama Rusia, komunitas Eropa, Kanada, dan Jepang, menyatakan tidak akan bekerja sama dengan China untuk proyek di orbit Bumi.

Bagaimanapun, China mengklaim akan membuka diri untuk kolaborasi dengan negara lain terkait proyek stasiun ruang angkasa mereka.

Stasiun ruang angkasa itu dinilai akan dijadikan pusat eksperimen ilmiah. Ruang itu disebut juga akan meneriima kunjungan warga negara non-China.

Rusia, yang telah berbagi teknologi dengan China pada masa lalu, pernah menyebut akan mengirim kosmonautnya ke wahana tersebut.

"Kami menyambut baik kerja sama dalam hal ini secara umum," kata Ji Qiming, Asisten Direktur Badan Antariksa China, pada konferensi pers Rabu kemarin.

"Kami yakin dalam waktu dekat, setelah stasiun ruang angkasa China selesai, kami akan melihat astronaut China dan angkasawan dari negara lain terbang dan bekerja sama," ujarnya.

Presiden China, Xi Jinping, juga mendukungan proyek ruang angkasa itu. Media massa milik pemerintah China menyebut proyek itu "mimpi ruang angkasa" sebagai salah satu langkah menuju "kebangkitan nasional".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini