Terungkap! Perjalanan ke Ruang Angkasa Berdampak Buruk bagi Bumi

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 56 2426722 terungkap-perjalanan-ke-ruang-angkasa-berdampak-buruk-bagi-bumi-F4oF2Zq2Zt.jpg Perjalanan ke ruang angkasa (Foto: Time Out)

PERJALANAN ke ruang angkasa rupanya memiliki dampak besar bagi lingkungan. Jika perjalanan ke luar angkasa bertujuan untuk penelitian. Namun jika perjalanan itu masih bisa dimaklumi.

Tapi jika untuk perjalanan wisata turis ke ruang angkasa, maka banyak ahli yang mempertanyakannya.

Diketahui, perusahaan termasuk SpaceX, Virgin Galactic, dan Space Adventures ingin membuat pariwisata luar angkasa tersedia untuk masyarakat umum. Dan ternyata banyak orang yang tertarik.

 pesawat ruang angkasa

Kendati demikian, di tengah krisis iklim yang terjadi saat ini di Bumi, mengirim miliarder ke luar angkasa dengan roket bukanlah keputusan yang ramah lingkungan.

Pasalnya, roket yang terbakar melalui sejumlah besar propelan untuk lepas landas dan mendarat. Baik itu minyak tanah di roket Falcon 9 SpaceX, metana di Starship, atau hidrogen cair di Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) baru NASA, yang membakar material itu dan berdampak pada atmosfer bumi.

Tidak peduli bahan bakar apa yang digunakan, semua peluncuran memancarkan banyak panas yang mengaduk nitrogen di atmosfer untuk menciptakan oksida nitrogen yang mengganggu.

"Tergantung di mana mereka dilepaskan di ketinggian, oksida nitrogen itu dapat berkontribusi pada pembentukan ozon atau penipisan ozon," jelas Eloise Marais, Profesor Geografi Fisik di University College London, dikutip dari Mashable, Kamis (17/6/2021).

Di stratosfer, di mana ozon bertindak sebagai perisai terhadap radiasi ultraviolet dari matahari, panas itu dapat menggerogoti ozon.

Sementara di troposfer yang lebih dekat ke tanah, panas itu bisa menambah ozon. Sayangnya, di sana ia bertindak lebih seperti gas rumah kaca dan menahan panas.

Bahan bakar yang berbeda merusak atmosfer dengan cara yang berbeda.

"[Nitrogen oksida] penting, tentu saja, tetapi ada juga bahan bakar padat yang dibakar dan menghasilkan klorin," kata Marais.

"Klorin berkontribusi pada perusakan lapisan ozon dan sangat, sangat efisien dalam melakukan itu," sambungnya.

Bahan bakar hidrokarbon seperti minyak tanah dan metana menghasilkan karbon dioksida, gas rumah kaca yang terkenal, serta karbon hitam, alias jelaga, yang menyerap panas dan semakin membuat hangat suhu di Bumi.

Bahkan sebelum peluncuran terjadi, produksi propelan sudah berdampak pada lingkungan. Dan setiap peluncuran menggunakan ribuan ton propelan untuk mencapai luar angkasa.

Jadi bisa dibayangkan jika peluncuran roket menjadi lebih umum, pengaruhnya terhadap lingkungan akan meningkat.

Marais menunjukkan, kita belum mengetahui efek penuh bahan bakar roket terhadap atmosfer dan lingkungan, karena para peneliti baru saja mulai mempelajari topik tersebut.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini