Ini Alasan Penumpang Merasa Aman Naik Mobil Otonom Zoox

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 16 2429662 ini-alasan-penumpang-merasa-aman-naik-mobil-otonom-zoox-zZy1o7Apsa.jpg Mobil otonom (Foto: The driven)

ALIH-ALIH mengubah mobil tradisional menjadi mobil otonom, layanan mobil swakemudi milik Amazon, Zoox telah menciptakan jenis kendaraan otonomnya sendiri tanpa setir atau kursi depan.

Mendesain ulang mobil dari awal juga berarti mendesain ulang fitur keselamatan mobil. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini, merilis laporan keselamatan pertamanya sejak mengumumkan kehadiran robotaxi listriknya, pada bulan Desember lalu.

 Mobil Zoox

Laporan tersebut menyoroti apa yang dianggap perusahaan sebagai lebih dari 100 fitur keselamatan yang tidak ditemukan pada kendaraan biasa, atau mau konvensional yang dikendarai manusia.

Mark Rosekind, Kepala Petugas Inovasi keselamatan Zoox, membagi fitur utama pada Zoox menjadi tiga kategori, yakni kontrol mengemudi, redundansi atau cadangan jika terjadi kegagalan, dan perlindungan pengendara.

Melansir dari Mashable, Rabu (23/6/2021), Zoox berfokus pada pencegahan kecelakaan dan insiden, tetapi juga siap ketika ada yang tidak beres setelah layanan ride-hailingnya beroperasi.

Kendati demikian, kendaraan tersebut belum mulai menggunakan pengendara dan masih dalam pengujian.

"Kami membuat keputusan besar dalam laporan dengan keyakinan kami bahwa kami ingin industri ini fokus pada keselamatan proaktif," kata Rosekind.

Fitur keselamatannya paling terlihat dari tidak adanya bagian depan atau belakang kendaraan Zoox. Sebaliknya, bentuknya serupa kotak dua arah yang memiliki dua kali lipat drive train, kontrol kemudi, motor listrik, dan baterai, layaknya dalam penerbangan di mana sistem cadangan selalu tersedia.

Karena tidak ada sisi depan atau belakang, kendaraan tidak perlu memutar balik atau manuver lain yang lebih berbahaya. Zoox dapat mundur, masuk, dan keluar dari tempat parkir, dan mengubah pencahayaannya berdasarkan arah perjalanan.

Selain itu, juga tidak ada kursi khusus, seperti kursi depan atau belakang tengah, yang digadang memiliki lebih banyak bahaya atau risiko. Duduk di mana saja di kabin seperti kotak dan kursi itu memiliki perlindungan yang sama dengan yang lain.

"Kami merancang kendaraan sehingga memiliki tingkat perlindungan keselamatan yang sama di kursi mana pun," tambah Rosekind.

Kantong udara, dalam formasi tapal kuda di sekitar penumpang, juga "lebih pintar" dengan sensor yang mendeteksi arah dan kecepatan dalam kecelakaan.

Jadi, kantung udara tidak akan meledakkan layaknya setiap airbag dalam kasus tertentu, hanya perlindungan dari bagian mobil yang diperlukan yang akan digunakan.

Pada mobil umumnya, jika penumpang tidak mengenakan sabuk pengaman, kemungkinan akan berbunyi peringatan tanpa henti. Tetapi mobil masih bisa melaju.

Hal tersebut tidak terjadi di Zoox. Sensor di tempat duduk, gesper, dan bahkan tali, bisa mengetahui apakah penumpang memakai sabuk dengan benar atau tidak, dan kendaraan tidak akan beroperasi sampai penumpang duduk dengan aman.

Rosekind yang juga mantan administrator Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat, berharap desain keselamatan baru ini melampaui kendaraan otonom.

"Arena baru mobilitas otonom ini membawa inovasi keselamatan baru yang dapat dimasukkan ke dalam kendaraan lain di jalan," tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini