Sulitnya Astronot Berganti Pakaian, Masalahnya Tak Bisa Cuci Baju!

Dini Listiyani, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 16 2430218 sulitnya-astronot-berganti-pakaian-masalahnya-tak-bisa-cuci-baju-tupq3BZlOe.jpg Astronot (Foto: BBC)

PARA astronot sudah menjelajah luar angkasa bertahun-tahun lalu. Namun tak semua masalah hidup mereka mampu terpecahkan dengan mudah.

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para astronot di luar angkasa adalah mencuci pakaian. Di luar angkasa, astronot tidak bisa mencuci pakaian mereka.

astronot 

Bahkan mereka memakai kemeja dan celana serta kaus kaki beberapa kali sampai regulasi mengatakan, mereka perlu diganti dengan yang baru. Pakaian kotor yang mereka kenakan pun dikirim kembali ke Bumi.

Para astronot kemudian menerima pakaian baru setiap perjalanan pasokan, yang menantang untuk perencanaan misi yang lebih lama.

Masalah utama astronot tidak bisa mencuci pakaian mereka di luar angkasa karena minimnya pasokan air. International Space Station (ISS) mendaur ulang semua airnya, dan mencuci pakaian bukan bagian dari anggaran air. Namun pakaian astronot menjadi kotor.

Penghuni stasiun luar angkasa juga perlu berolahraga dua jam setiap hari untuk melawan efek tanpa bobot pada otot dan tulang. Mereka kemudian berkeringat di pakaian mereka. Sebagian air direklamasi melalui penguapan, tapi pakaian akan menjadi bau dan kaku.

Seorang astronot harus mengganti T-shirt, celana pendek, dan kaus kaki seminggu sekali.

Namun masalah jadi makin serius ketika datang ke misi yang lebih lama di luar angkasa seperti yang direncanakan NASA dan lainnya untuk Mars dan bulan. Salah satu solusinya adalah menggunakan pakaian antimikroba untuk memperpanjang keausan barang, tapi itu bukan perbaikan permanen.

Oleh karena itu perusahaan Procter & Gamble (P&G) dan NASA akan bekerja sama untuk mengembangkan solusi pembersihan pakaian yang lebih baik untuk ruang angkasa. Awalnya, P&G akan mengirimkan deterjen yang dibuat khusus untuk ruang angkasa sehingga para ilmuwan dapat menentukan bagaimana enzim bereaksi terhadap enam bulan tanpa bobot. Pada Mei, pena dan tisu pembersih noda akan dikirim untuk pengujian.

Selain produk Tide yang dibuat untuk ISS, P&G juga akan mengembangkan mesin cuci-pengering yang bisa berjalan di Bulan atau Mars. Perangkat akan menggunakan air dan deterjen dalam jumlah minimal, dan airnya perlu diambil kembali untuk keperluan lain, termasuk minum dan memasak.

Hal yang sama terjadi dengan air seni dan keringat saat ini. Mesin cuci-pengering P&G seperti itu akan berguna di daerah yang lebih kering di Bumi di mana pasokan air menjadi masalah, tapi tanpa fitur reklamasi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini