Menkominfo Siapkan Payung Hukum untuk Lindungi Data Diri Peserta Vaksinasi

Antara, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 16 2431538 menkominfo-siapkan-payung-hukum-untuk-lindungi-data-diri-peserta-vaksinasi-gDjtgkqXRJ.jpeg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BANYAK orang kerap memposting di Media sosial setelah mengikuti vaksinasi Covid-19. Memang ini merupakan langkah positif untuk mendorong orang mengikuti program vaksinasi.

Tapi, ada beberapa aturan yang harus ditaati ketika memposting vaksinasi Covid-19. Salah satunya adalah tidak memposting data diri secara vulgar tanpa sensor.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat dan penyelenggara vaksinasi untuk melindungi data pribadi.

“Proses-proses vaksinasi ini karena melibatkan data pribadi, maka tentu kita harapkan agar pelindungan data pribadi tetap kita jaga dengan baik. Payung hukumnya sudah kita siapkan. Saya sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kominfo," kata Johnny.

Penyelenggara vaksinasi diminta bisa menjaga dan memastikan data pribadi masyarakat terlindungi dengan baik. Setelah divaksin, masyarakat akan menerima sertifikat digital tanda bukti telah mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Sertifikat digital vaksinasi Covid-19 bisa diunduh di aplikasi PeduliLindungi setelah memasukkan nomor induk kependudukan atau NIK. Di dalam sertifikat tersebut terdapat data pribadi berupa nama lengkap, tanggal lahir dan NIK. Sertifikat juga mengandung kode QR (QR code) yang mengandung data pribadi ketika dipindai.

Johnny meminta masyarakat tidak gegabah membagikan kode QR tersebut setelah menjalani vaksinasi agar data pribadi mereka tidak disalahgunakan.

"Jangan sampai diedarkan karena di sertifikat itu ada QR code, di dalam QR code itu ada data pribadi. Jadi sertifikat digital kita peroleh tetapi di saat yang bersamaan kita menjaga data pribadi kita dengan cara tidak mengedarkannya untuk kepentingan yang tidak semestinya," kata Johnny.

Sang menteri mengingatkan sertifikat vaksinasi Covid-19 ini hanya bisa diberikan untuk keperluan khusus, misalnya ketika diminta menunjukkan dokumen saat perjalanan dinas atau keperluan mendesak lainnya.

Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini begitu tingg, Johnny meminta masyarakat tidak panik, takut dan pesimistik serta tetap melaksanakan protokol kesehatan secara tertib dan disiplin.

"Karena itu cara yang sangat sangat efektif, jitu untuk mencegah penularan. Hal ini menjadi begitu pentingnya pada saat di mana sekarang tingkat penularannya cukup tinggi, tetapi tingkat penularan yang tinggi ini jangan membuat kita takut, jangan membuat kita menjadi pesimistik," kata Johnny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini