Microsoft Tidak Sengaja Beri Sertifikasi ke Driver Komputer Berisi Malware

Andaru Danurdana, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 16 2432166 microsoft-tidak-sengaja-beri-sertifikasi-ke-driver-komputer-berisi-malware-ZVJ9ClTRWd.jpg Ilustrasi Microsoft. (Foto: The Economic Times)

SEBELUM diperbolehkan beredar, driver-driver komputer buatan software engineer harus terlebih dahulu diseleksi secara ketat oleh Microsoft demi mendapatkan sertifikat kelayakan. Namun, baru-baru ini Microsoft sempat kecolongan dan tidak sengaja memberi sertifikat pada driver berisi malware alias malicious software atau peranti lunak berbahaya.

Driver itu bernama Netfilter. Driver ini, entah bagaimana, bisa lolos seleksi Microsoft meski punya cara kerja yang mencurigakan. Driver ini akan mengalihkan traffic yang dikirim oleh komputer ke sebuah alamat IP di Tiongkok dan menginstalasi sebuah root certificate ke registry yang ada.

Baca juga: Microsoft Tidak Ikutkan Internet Explorer ke Windows 11 

Seperti dilansir laman PC Gamer, Senin (28/6/2021), analis malware dari G Data Karsten Hahn adalah orang pertama yang menemukan driver tersebut. Ia langsung mengabari Microsoft, dan driver tersebut segera ditandai sebagai malware.

Selain aksi cepat tanggap menandai driver tersebut, Microsoft juga memblokir pengirim driver dan memeriksa kiriman-kiriman sebelumnya dari akun itu.

Menurut pihak Microsoft, driver tersebut merupakan malware yang kerjanya terbatas di sektor gaming Tiongkok.

Baca juga: Windows 11 Gratis untuk Pengguna Windows 10, tapi Siap-Siap Kehilangan Fitur Ini 

"Driver berisi malware tersebut dibuat untuk mengelabui deteksi lokasi geografis yang ada dan mencurangi sistem sehingga mereka bisa bermain di mana saja. Malware itu nantinya kemungkinan besar akan digunakan untuk mengeksploitasi dan mencuri akun-akun pemain lainnya," ungkapnya.

Belum diketahui alasan Microsoft bisa kecolongan seperti ini, namun untuk sementara waktu mereka menyarankan para pengguna untuk tetap menyalakan antivirus dan Windows Defender selagi pihaknya melakukan investigasi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini