Begini Cara Menerapkan Kebiasaan Digital yang Sehat dalam Keluarga

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 57 2433609 begini-cara-menerapkan-kebiasaan-digital-yang-sehat-dalam-keluarga-PmYf8DG62o.jpg Kebiasaan digital (Foto: The global gazette)

PEMAKAIAN internet sudah jadi bagian dari hari-hari di tengah pandemi. Namun ini harus dibarengi dengan kebiasaan digital yang sehat dalam keluarga.

Kekhawatiran keamanan di dunia maya menjadi perhatian banyak orangtua, terlihat dari peningkatan pencarian masyarakat Indonesia tentang cybercrime di mesin pencari yang naik 5.600 persen dalam beberapa bulan belakangan.

 main facebook

Merayakan Hari Keluarga Nasional, Direktur Marketing YouTube & NBU untuk Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara di Google, Veronica Utami memaparkan beberapa kiat untuk menerapkan kebiasaan digital yang sehat di dalam keluarga.

Veronica menjelaskan, orangtua memiliki berbagai kekhawatiran ketika anak memakai internet, seperti keamanan informasi seperti peretasan, adanya risiko anak menerima perhatian tidak diinginkan dari orang tidak dikenal yang berujung kepada hal-hal seperti perundungan siber, juga terpapar konten-konten yang tidak pantas.

"Pertama, berikanlah contoh yang baik dan pastikan diri Anda tetap aman," kata Veronica dalam bincang-bincang virtual, Rabu.

Sebelum memastikan anak aman di dunia maya, orangtua juga harus melek internet dan memahami betul bagaimana cara menjaga keamanan dan privasi. Satu hal sederhana adalah membuat kata sandi yang sulit ditebak dan tidak menggunakan kata sandi yang sama di banyak akun. Dia menyarankan untuk memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia untuk melindungi akun. Termasuk fitur Password Manager yang membantu mengingat, menyimpan dan mengisi sandi secara otomatis di seluruh web.

"Kami juga mengumumkan peningkatan pada Password Manager untuk secara otomatis memperingatkan Anda jika kami mendeteksi salah satu sandi yang Anda simpan telah disusupi akibat pelanggaran data yang dilakukan oleh pihak ketiga," jelas dia.

Hal kedua adalah membimbing anggota keluarga untuk menemukan konten yang sesuai. Terdapat beberapa fitur keamanan yang bisa dipakai oleh orangtua dalam membantu menjaga buah hati dari konten yang belum pantas untuk usia mereka.

Misalnya, saring konten eksplisit di hasil penelusuran dengan SafeSearch atau memanfaatkankan kontrol orangtua di YouTube Kids agar konten yang dinikmati anak sesuai usianya. Orangtua bisa juga mengawasi waktu penggunaan perangkat dan aplikasi mana yang paling lama diakses anak lewat Family Link.

"Yang terbaru, tab "Kids" (Anak-Anak) di Google Play. Tab khusus ini berisi aplikasi yang telah ditinjau oleh pengajar dan memiliki konten berkualitas tinggi ditandai 'disetujui pengajar'. Kerangka penilaiannya untuk aplikasi dan konten dapat tampil di tab ini dikembangkan melalui konsultasi dengan penilai lokal di Indonesia dan fakultas dari Harvard Graduate School of Education dan Universitas Georgetown."

Di luar itu, komunikasi orangtua dan anak harus terbuka. Bicarakan pada anak soal apa yang harus diwaspadai saat berselancar di dunia maya, cara memanfaatkan internet agar lebih kreatif, juga pastikan anak terbuka kepada orangtua agar terhindar dari situasi yang tidak aman di internet.

Ketiga, jangan terjebak perangkap hoaks dan misinformasi. Limpahan informasi yang memenuhi gawai Anda dibarengi dengan informasi hoaks yang membuat gempar. Lakukan cek fakta agar Anda tidak menjadi korban hoaks. Ketika melihat foto yang menghebohkan, periksa apakah gambar itu pernah dipakai sebelumnya di konteks lain. Sebuah gambar juga dapat diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya. Anda bisa menelusuri menggunakan gambar dengan mengklik kanan pada gambar atau foto dan pilih “Telusuri gambar ini di Google”.

Seperti dikutip dari Antara, ketika membaca informasi yang meragukan, cari lebih banyak berita tersebut dari sumber dan media yang terpercaya untuk memastikan kebenarannya.

Veronica mengingatkan orangtua bahwa hubungan yang sehat dengan teknologi dimulai dari diri sendiri. Dia mengajak orangtua untuk memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan untuk menjaga keamanan di dunia digital sebagai titik awal membentuk keamanan daring dalam keluarga.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini