Huawei Dukung Program Satu Data Indonesia demi Tercapainya Implementasi SPBE

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 54 2437308 huawei-dukung-program-satu-data-indonesia-demi-tercapainya-implementasi-spbe-EPghBlmzb3.jpg Big data (Foto: Unsplash)

HUAWEI Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung program "Satu Data Indonesia" sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terpadu demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Tujuan utama Satu Data Indonesia adalah memungkinkan terselenggaranya aksesibilitas data antar-instansi pemerintah serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di dalam pemerintahan itu sendiri, kemudian memungkinkan terciptanya kebijakan yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan pelayanan publik.

 big data

Penyelenggaraan analitik yang intensif ini membutuhkan pemanfaatan teknologi-teknologi termutakhir dan canggih, seperti solusi berbasis cloud yang dikembangkan oleh Huawei.

"Merupakan kehormatan bagi Huawei Indonesia mendapatkan kepercayaan dari Dukcapil dan Kementerian Dalam Negeri untuk diperkenankan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan upaya-upaya penting yang berkontribusi terhadap kebijakan Satu Data Indonesia dan implementasi SPBE di Indonesia," kata President Huawei Cloud & AI Indonesia Business Development, Jason Zhang, Kamis, (8/7/2021).

"Implementasi SPBE akan membantu pemerintah untuk merampingkan proses birokrasi, menciptakan transparansi, dan yang terpenting adalah meningkatkan kualitas layanan publik," tambah Jason.

Jason mengatakan bahwa Huawei sangat mendukung inisiatif pemerintah, dan optimistis transformasi digital di seluruh sektor akan terwujud. Huawei juga percaya kualitas SDM merupakan salah satu kunci kesuksesan yang tak kalah penting.

"Bersama Huawei Indonesia, Dukcapil sedang berfokus pada peningkatan kualitas SDM agar setiap teknologi termutakhir dapat dimanfaatkan sesuai potensinya," kata Jason.

Terkait dengan data yang terintegrasi yang menjadi pondasi terbangunnya sistem terpadu tersebut, Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa data yang saat ini menjadi ‘the new oil’ dan memiliki nilai yang lebih dari harga minyak, validitasnya memainkan peran kunci dalam pembangunan dan pembuatan kebijakan nasional di era baru yang serba digital ini.

Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengatakan pentingnya kolaborasi dan sinergi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Satu Data Indonesia.

Ia mengatakan, sebagai Ketua Dewan Pengarah Satu Data Indonesia, Bappenas bertugas mengordinasikan pelaksanaan Satu Data Indonesia agar data tidak tumpang tindih dan tetap terjaga integritas dan metadatanya baik di tingkat pemerintahan pusat dan daerah.

Seperti dikutip dari Antara, selama pandemi COVID-19 ini, Suharso juga mengingatkan kembali pentingnya peran data dalam perumusan kebijakan untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Satu Data Indonesia dimaksudkan untuk menciptakan Tata Kelola Data Pemerintah dengan tujuan untuk terwujudnya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagipakaikan antar stakeholders," kata Suharso.

Suharso menjelaskan, data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan, misalnya saat membahas data kemiskinan yang berkaitan dengan data sebaran, kedalaman, dan keparahan kemiskinan secara statistik.

"Dengan adanya Satu Data Indonesia, kami berharap bisa menganalisa data spasialnya, di mana saja sebarannya, bagaimana interaksi antar wilayah. Kami juga bisa mengaitkan analisa data statistik dan spasial tersebut, dengan data keuangan negara, baik data APBN dan APBD," kata dia.

Ia menambahkan, semua jenis data tersebut, yaitu data statistik, data spasial, data keuangan negara, dan Big Data diharapkan bisa disediakan di portal Satu Data Indonesia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini