Trump Tuding Facebook, Google, dan Twitter Sensor Suara Konservatif

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 57 2437459 trump-tuding-facebook-google-dan-twitter-sensor-suara-konservatif-cHQJ5Qv27b.jpg Donald Trump (Foto: New York Post)

MANTAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan gugatan terhadap Twitter Inc, Facebook Inc, dan Alphabet Inc. Trump menilai, mereka membungkam pendapat golongan konservatif.

Gugatan Trump menuduh bahwa Twitter, Facebook, dan YouTube melanggar hak Amandemen Pertama Trump dengan mem-boot-nya dari platform mereka.

 Twitter

Dalam tuntutan hukum itu Trump juga menyebut CEO Twitter dan Facebook Jack Dorsey dan Mark Zuckerberg serta CEO Google Sundar Pichai. Ia menuduh ketiga raksasa teknologi itu menyensor suara-suara konservatif.

Dikutip dari TechCrunch, Kamis (8/7/2021), gugatan tersebut mengklaim bahwa perusahaan teknologi berkolusi dengan anggota parlemen Demokrat, CDC dan Dr. Anthony Fauci, yang menjabat di pemerintahan Trump sendiri pada saat itu.

Inti argumen tuntutan Trump adalah bahwa ada hubungan antara perusahaan teknologi, anggota Kongres, dan pemerintah federal entah bagaimana mengubah Facebook, Twitter, dan YouTube menjadi "aktor negara".

Trump yakin kalau langkah ini adalah bentuk perjuangan demokrasi. Ia menambahkan, sejumlah gugatan lain akan menyusul.

Seperti yang diketahui Trump pernah menjadi kekuatan penentu agenda yang tak tertahankan di media sosial. Tapi, setelah kerusuhan 6 Januari, ia diblokir dari Twitter dan ditangguhkan Facebook hingga setidaknya 2023 .

Kendati demikian, tuntutan Trump ini dinilai sulit. Sebab, di bawah undang-undang yang dikenal sebagai Section 230, perusahaan internet umumnya diizinkan untuk memoderasi konten mereka dengan menghapus posting-an yang melanggar standar layanan.

Tetapi Trump dan Partai Republik lainnya telah lama berpendapat bahwa Twitter, Facebook, dan lainnya telah menyalahgunakan perlindungan itu. Ketiga platform tersebut harus dihilangkan kekebalannya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini