Mengenal Fenomena Matahari di Atas Kakbah yang Muncul 15 Juli

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 56 2439659 mengenal-fenomena-matahari-di-atas-kakbah-yang-muncul-15-juli-ClqYWbEv0L.jpg Ilustrasi Kakbah (Foto: Unsplash Ibrahim Uz)

JAKARTA- Fenomena matahari di atas Kakbah akan kembali menyambangi Bumi pada 15 Juli mendatang. Ini menjadi kali kedua fenomena ini terjadi setelah muncul pada 27 Mei 2021.

Fenomena matahari di atas Kakbah ini disebut Istiwa'ul A'zham (Great Culmination) dan digunakan untuk meluruskan arah kiblat bagi umat muslim. Adapun puncak akan terjadi pada pukul 16.26.42 WIB atau 17.26.42 WITA atau 18.28.42 WIT di Indonesia.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Fenomena tersebut terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Kakbah. Sehingga hal tersebut membuat matahari berada di atas Kakbah pada tengah hari.

Bayangan yang terbentuk juga akan mengarah ke arah Mekkah. Pengamatan ini sejatinya sudah dilakukan sejak abad ke-14 ketika dicatat oleh astronom Jaghmini dan Nasir al-Din al Tusi.

Fenomena Matahari di Atas Kakbah

Tetapi waktu mereka tidak dapat ditentukan pada tanggal tertentu karena kalender Islam adalah lunar. Tanggal matahari dimana matahari mencapai puncak Mekkah adalah konstan tetapi tanggal lunar bervariasi dari Tahun ke Tahun.

Sementara itu untuk menentukan langkah-langkah dalam menentukan arah kiblat menggunakan Kuminasi Agung berikut caranya.

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, cari lokasi yang rata dan tentunya terkena cahaya matahari.

2. Sediakan tongkat lurus atau jika tidak ada, gunakan benang berbandul.

3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan. (dapat merujuk ke https://jam.bmkg.go.id atau https://time.is)

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus (90˚ dari permukaan tanah), atau gantungkan benang berbandul tadi.

5. Tunggulah hingga waktu Kulminasi Agung tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut. Tandai ujung bayangan, kemudian tariklah garis lurus dengan pusat bayangan (tongkat/bandul). Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

(nit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini