Fakta Tentang Fenomena Tidur "Ketindihan" Menurut Sains

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 18 Juli 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 56 2442209 fakta-tentang-fenomena-tidur-ketindihan-menurut-sains-nfdelEcYwB.jpg Fakta Tentang Fenomena Tidur Ketindihan (Foto: NYC)

JAKARTA- Fenomena tidur ketindihan kerap kali dihubungkan dengan hal-hal mistis. Pasalnya ketika hal tersebut terjadi ketika seseorang tidak bisa bergerak seperti ditindih.

Anehnya lagi seseorang dapat mendengarkan suara yang tak tahu entah dari mana saat mengalami fenomena itu. Terkadang suara tersebut juga kerap dihubungkan dengan hal-hal yang menakutkan seperti makhlus halus. 

Mengutip buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia,' fenomena semacam ini ternyata ada penjelasan secara ilmiahnya. Dalam bahasa ilmiah keadaan tersebut dinamakan sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

Dalam keadaan tersebut otak dan tubuh seseorang tidak singkon sehingga anggota tubuhnya tidak bisa digerakan. Ini biasanya terjadi ketika seseorang kelelahan atau kurang tidur.

Penjelasan Fenomena Ketindihan Menurut Sains

 BACA JUGA:

Canggih, Wastafel di Jepang Dilengkapi Tempat Simpan Ponsel dengan UV Sterilizer

Fakta Matahari Padam Pada Akhir Zaman Menurut Sains dan Alquran

Sehingga otak terlalu cepat memasuki tahap REM (Rapid Eye Movement) alias tidur bermimpi. Padahal kondisi tubuhnya masih dalam tahapan tidur ringan atau lebih dalam.

Untuk diketahui, manusia memiliki empat tahapan proses tidur, yakni tidur ringan, lebih dalam, dan paling dalam, kemudian baru REM. Saat manusia dalam posisi REM, matanya bergerak sangat cepat.

Karena tahapannya tidak sama, otak mengalami kebingungan untuk mengendalikan tubuh yang sedang sibuk berada di tahapan tidur yang lain. Untuk itu, jika seseorang tidak ingin mengalami ketindihan dianjurkan untuk tidur teratur dan menghindari kelelahan yang berat.

(nit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini