Cegah Vaksinasi Palsu, Perjalanan Udara Kini Wajib Gunakan Aplikasi Ini

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 57 2443182 cegah-vaksinasi-palsu-perjalanan-udara-kini-wajib-gunakan-aplikasi-ini-zVGVdpxlhT.jpeg Aplikasi Ini Bisa Bantu Cegah Vaksinasi Palsu (Foto: Kominfo)

JAKARTA- Surat vaksinasi belakangan dijadikan ladang bisnis untuk oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan beberapa dari mereka membuat surat vaksinasi palsu untuk diperjualbelikan.

Untuk mencegah vaksinasi palsu tersebut pemerintahan pun mulai menerapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara. Namun, peraturan tersebut akan berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Perjalanan Udara Kini Wajib Pakai Aplikasi Ini

BACA JUGA:

Orang yang Divaksin Covid-19 Disebut Punya Gelombang Bluetooth, Ini Faktanya

4 Bahaya Beli Followers untuk Akun Media Sosial

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi menyatakan integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan,” kata Oscar seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (20/7/2021).

Nantinya, informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi sehingga akan membantu masyarakat untuk dapat melakukan check in secara online. Menurut Sekjen Oscar Primadi dengan mekanisme tersebut, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi,” katanya.

Dengan pemberlakuan kebijakan tersebut, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Saat ini sudah ada sejumlah Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan,” jelasnya.

Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

“Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus Covid-19, ” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini