Ramai Roket Jeff Bezos Disebut Mirip Kemaluan, Ini Alasannya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 56 2444232 ramai-roket-jeff-bezos-disebut-mirip-kemaluan-ini-alasannya-2BpkZvUEoK.jpeg Alasan Roket Jeff Bezos Mirip Kemaluan (Foto: Reuters)

JAKARTA- Pemilik Blue Origin, Jeff Bezos telah sukses meluncur ke luar angkasa pada 20 Juli 2021. Dia berhasil terbang bersama saudaranya, Mark Bezos, mantan calon astronot Wally Fun, dan remaja 18 tahun, Oliver Daemen.

Selain penerbangan orang terkaya di dunia itu, roket New Shepard yang membawanya ke angkasa juga menjadi perbincangan. Hal tersebut lantaran bentuknya yang disebut mirip kemaluan pria. Bahkan tak sedikit yang membicarakannya di lini masa Twitter.

"Penis luar angkasa mendorong dengan penuh semangat menuju kegelapan yang tidak diketahui," tulis netizen di Twitter.

"Sungguh luar biasa betapa miripnya (dengan kemaluan)," kata yang lain.

Ramai Roket Jeff Bezos Disebut Mirip Kemaluan, Ini Alasannya

 BACA JUGA:

Game PUBG Bakal Diadaptasi Jadi Serial Animasi

Joe Biden: Bukan Facebook yang Membunuh Orang, Tapi Hoaks

Namun ternyata dibalik hal tersebut ada alasan tersendiri kenapa bentuknya menjadi seperti itu. Beberapa ahli pun mencoba mengungkapkan alasannya.

Penulis It's ONLY Rocket Science: An Introduction in Plain English dan seorang penemu, Lucy Rogers misalnya mengatakan bentuk roket memang harus aerodinamis untuk mengurangi hambatan.

"Pikirkan jet jumbo tanpa sayap dan duduk di ekornya," kata Rogers.

"Panah, peluru, dan kembang api juga umumnya berbentuk seperti ini (kemaluan) untuk alasan yang sama," imbuhnya.

Dalam kasus New Shepard, ini berarti kapsul awak bundar yang dapat langsung meluncur dari udara. Sementara itu, desain kapsul adalah hasil dari aerodinamis untuk menjaganya tetap stabil saat turun, mengurangi hambatan saat mendaki, dan memaksimalkan volume internal.

Ramai Roket Jeff Bezos Disebut Mirip Kemaluan, Ini Alasannya

Disisi lain Stephen McParlin, seorang konsultan kedirgantaraan, mengatakan ini juga mencegah roket agar tidak hancur dalam penerbangan karena roket harus menempuh berbagai kecepatan.

“Pada dasarnya adalah tentang memasukkan volume ke area penampang minimum, kemudian memastikan bahwa gelombang kejut di setiap ujungnya tidak menyebabkan kerusakan struktural/pemanasan,” kata McParlin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini