Pakar Keamanan Minta Pengguna Tinggalkan Facebook Messenger, Kenapa?

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 57 2444321 pakar-keamanan-minta-pengguna-tinggalkan-facebook-messenger-kenapa-pGcmvAovLn.jpeg Pakar Minta Pengguna Tinggalkan Facebook Messenger (Foto: Alexander Shatov)

JAKARTA- Pakar Keamanan Siber, Zac Doffman memperingatkan pengguna untuk segera meninggalkan Facebook Messenger khususnya pengguna Android. Hal tersebut lantaran pembauran keamanan di aplikasi yang tertunda.

Melansir laman Mirror, Kamis (22/7/2021) layanan Facebook Messenger disebutkan sempat mengalami kegagalan dalam menggunakan enkripsi end-to-end. Fitur seperti yang ada di layanan WhatsApp ini membantu untuk melindungi pesan pengguna.

Selain pesan menjadi kurang aman, pembaruan yang tertunda tesebut dikhawatirkan menyebabkan eksploitasi anak yang tidak diperhatikan. Sehingga Doffman menyerukan agar para pengguna Messenger harus mengalihkan obrolan pribadi mereka ke WhatsApp atau Signal, dan meninggalkan Messenger untuk komunikasi dan khusunya untuk anak-anak.

BACA JUGA:

Intip 4 Fenomena Astronomi di Pekan Ketiga Juli 2021, Ada Fase Bulan Purnama

Ramai Roket Jeff Bezos Disebut Mirip Kemaluan, Ini Alasannya

"Anda tentu tidak boleh menggunakannya sebagai platform perpesanan default jika Anda menggunakan Android," tulis Doffman.

Dia percaya tidak semua platform obrolan media sosial perlu dienkripsi, tapi enkripsi tersebut memiliki beberapa manfaat positif, termasuk melindungi anak-anak dari predator.

Sementara itu, Facebook Messenger mengatakan pihaknya sedang membangun langkah-langkah keamanan yang kuat yang dirancang untuk mencegah bahaya terjadi dan memberi orang kontrol untuk merespons.

"Bekerja sama juga memberi kami lebih banyak informasi untuk mengidentifikasi akun yang melecehkan dan memungkinkan kami untuk memperkenalkan fitur keamanan di balik layar seperti membatasi interaksi antara orang dewasa dan anak di bawah umur." ujar pihak Facebook.

(nit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini