Jessica Tanoesoedibjo Ungkap Pentingnya Memahami Kecerdasan Digital di Era Internet

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 54 2444974 jessica-tanoesoedibjo-ungkap-pentingnya-memahami-kecerdasan-digital-di-era-internet-mPitwagvNr.png Jessica Tanoesoedibjo Ungkap Pentingnya Kecerdasan Digital (Foto: Wilda Fajriah/Zoom)

JAKARTA- Presentase pengguna internet usia anak-anak meningkat pesat beberapa tahun terakhir. Pada 2020 misalnya persentase usia 5-24 tahun mencapai angka 59.3 persen.

Ini tentunya sangat tinggi mengingat 4 tahun sebelum presentase anak-anak yang mengakses internet hanya 33.98 persen. Tak hanya itu,  untuk usia 16-64 tahun juga mereka menghabiskan waktu 7 jam 52 menit per hari untuk mengakses internet. 

Menyoroti peningkatan tersebut, Ketua MNC Peduli, Jessica Tanoesoedibjo mengingatkan pentingnya memahami kecerdasan digital di era internet saat ini. Terlebih ada sisi negatif jika seseorang mengakses internet secara bebas tanpa adanya kecerdasan digital.

Jessica Tanoesoedibjo Ungkap Pentingnya Memahami Kecerdasan Digital di Era Internet

BACA JUGA:

Hari Anak Nasional, Pelajar Abad 21 Bisa Akses Informasi Berlimpah Dibanding Generasi Sebelumnya

Mengenal Spyware Pegasus yang Bsa Intai Ponsel Target

"Kecerdasan digital menjadi sangat mendasar untuk dipahami setiap anak maupun orang dewasa. Ini merupakan bagian dari literasi skill karena berbeda dari era sebelumnya," ujar Jessica dalam webinar ISLTF Education Festival 2021, Jumat (23/7/2021).

"Sebaliknya, permasalahan ketidakcerdasan digital dapat mengakibatkan seseorang mudah membagikan berita hoaks karena tidak mengecek terlebih dahulu apakah informasi tersebut valid atau tidak," sambungnya.

Terlebih kasus cyber crime yang marak terjadi belakangan ini. Seperti banyaknya perusahaan pinjaman online (pinjol) yang menawarkan pinjaman dengan syarat mudah, tetapi sebenarnya bunganya tinggi.

"Banyak juga dari mereka yang tertipu dengan pinjol yang menawarkan pinjaman secara cepat, tetapi sebenarnya mereka belum terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya lagi.

Jessica pun kemudian memaparkan 3 aspek kecerdasan digital, pertama yakni mencari dan mengonsumsi konten digital. Ini bisa dilakukan secara aktif maupun pasif, serta dapat dilakukan di berbagai macam platform media.

Selanjutnya adalah menciptakan konten digital, dimana setiap orang dapat menciptakan konten digital. Hanya saja mereka memilih untuk menyimpannya secara pribadi, atau ingin dipublikasikan seperti di share melalui email atau media sosial.

Terakhir, adalah membagikan konten tersebut. Ini dapat dikomunikasikan ke orang banyak. Prosesnya pun hanya semudah memencet tombol 'bagikan' atau meneruskan sebuah pesan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini