CEO Telegram Jadi Target Spyware Pegasus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 57 2444855 ceo-telegram-jadi-target-spyware-pegasus-UzeNMHvgAY.jpg CEO Telegram Jadi Target Spyware Pegasus (Foto: Bloomberg)

JAKARTA- CEO dan salah satu pendiri Telegram, Pavel Durov dikabarkan ikut menjadi target spyware Pegasus. Hal tersebut lantaran nomer ponselnya masuk dalam 50.000 daftar ponsel yang diidentifikasi diincar oleh spyware tersebut.

Melansir laman Gizmodo, Jumat (23/7/2021) daftar targer spyware Pegasus tersebut sebelumnya telah diungkap oleh Konsorsium Media Internasional dan Amnesty Internasional. Ini mencakup nomor telepon presiden, mantan perdana menteri, dan raja, serta jurnalis, pengacara, dan aktivis politik.

CEO Telegram Ikut Jadi Target Spyware Pegasus

BACA JUGA:

Canggih, Instagram Stories Kini Bisa Terjemahkan Teks Bahasa Asing

Reaksi Warganet PES Ganti Nama Jadi eFootball

Sejauh ini, belum diketahui pasti mengapa Durov menjadi target pengawasan. Namun, The Guardian melaporkan bahwa pengusaha tersebut ditambahkan ke daftar tidak lama setelah secara resmi mengubah tempat tinggalnya dari Finlandia ke Uni Emirat Arab, klien NSO yang dilaporkan.

Ada juga kemungkinan pemerintah UEA yang berusaha melakukan pemeriksaan pada penduduk baru mereka yang kontroversial.

Sementara itu, masih belum diketahui juga apakah adanya Durov dalam daftar akan menimbulkan beberapa masalah yang sangat pelik pada aplikasi. Terlebih mengingat fakta bahwa Telegram memprioritaskan privasi dan keamanan.

Telegram juga menawarkan opsi kepada pelanggan untuk mengenkripsi obrolan mereka serta janji keamanan dari serangan peretas. Disisi lain, perusahaan perangkat lunak Israel, NSO Group yang membuat spyware pegasus pun membatah tudingan tersebut..

"Setiap klaim bahwa nama dalam daftar pasti terkait dengan target Pegasus atau target potensial adalah salah dan salah," kata juru bicara NSO Group.

NSO terus menyangkal tuduhan terhadapnya dan mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi menanggapi permintaan komentar dari media.

“Cukup sudah cukup!” kata NSO Group. 

Untuk diketahui, Pegasus disebut-sebut sebagai spyware terkuat yang pernah dibuat. Spyware tersebut dirancang untuk menyusup ke smartphone termasuk Android dan iOS. Setelah berhasil spyware akan mengubahkan menjadi perangkat pengawasan. Ini artinya aktivitas seseorang diponsel dapat diawasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini